LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Infrastructure
  Waskita incar 6 proyek infrastruktur Rp 3,34 T
Marine transportation
  TPK Koja layani kapal 5.000 TEUs
Oil & gas
  Pertamina rogoh Rp 10 Triliun untuk ngebor sumur minyak
Info tender
  79 tender proyek
Land transportation
  Perubahan desain MRT disetujui
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Mon, 16/04/2012
Bangun pabrik, KRAS dapat pinjaman Rp 1,8 T
Manufaktur

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar US$ 200 juta atau senilai Rp 1,8 triliun dari Industrial and Commercial Bank of China Ltd (ICBC) dan China Development Bank (CDB).  Pinjaman tersebut untuk membangun pabrik baru di Cilegon.  

Wawan Hermawan,  Vice President Corporate Communication KRAS menuturkan,  dana tersebut akan digunakan untuk mendanai pembangunan blast furnace di 2012.  Blast furnace itu dikerjakan oleh perusahaan kontraktor asal China,  MCC-CERI bersama Krakatau Engineering,  setelah memenangi proses tender di 2011 lalu.
  

"Pembangunan blast furnace dengan biaya US$ 601 juta,  dan ditargetkan selesai 2014 nanti," ungkapnya.   

Wawan menegaskan,  pinjaman tersebut bukanlah bagian dari kerjasama dengan MCC-CERI sebagai pelaksana proyek.  "Saya tidak tahu kalau ada hal lain dalam pinjaman ini.  Yang jelas dana tersebut dipinjam Krakatau Steel untuk membiayai pembangunan proyek yang kebetulan dijalankan kontraktor asal China itu," ujarnya.   

Sebelumnya,  Fazwar Budjang,  Direktur Utama KRAS mengatakan,  selain berasal dari pinjaman perbankan China,  pembangungan tersebut akan dibiayai dari pinjaman sindikasi perbankan dalam negeri sekitar US$ 250 juta.  Sementara sisanya,  diambil dari kas internal perusahaan.
   

Pabrik baru atau blast furnace itu nantinya akan menambah kapasitas produksi hot metal sebanyak 1,2 juta ton per tahun.  Blast furnace juga akan meningkatkan penyerapan bijih besi lokal dan bisa dikombinasikan dengan proyek kerjasama pembangunan smelter bijih besi KRAS bersama PT Aneka Tambang Tbk.
   

Selain melakukan pembangunan pabrik baru,  di 2012 ini KRAS juga melakukan revitasilasi di sejumlah fasilitas produksinya.  Tujuannya,  menggenjot pendapatan hingga 15% dari pencapaian di 2011.  Pasalnya,  dengan revitalisasi tersebut,  perusahaan juga bisa menggenjot kapasitas produksinya hingga 15% di banding 2011.
  

Sejumlah revitalisasi tersebut antara lain,  peningkatan kapasitas produksi di pabrik iron making di direct reduction plant menjadi 1,74 juta ton,  dari kapasitas sebelumnya hanya 1,5 juta ton.  Kemudian,  peningkatan kapasitas produksi di smelter menjadi 2,1 juta ton,  dari kapasitas sebelumnya yang hanya 2 juta ton.
   

"Kedua revitalisasi kapasitas produksi tersebut diharapkan selesai tahun ini," ujar Wawan.  Sayangnya,  dia enggan mengungkapkan,  besaran biaya yang diperlukan untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi itu.
   

Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).    

 


SEKTOR MANUFAKTUR LAINNYA :