LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Oil & gas
  Pembangunan SPBG di Palembang tuntas 2012
Properti
  Jamsostek segera bangun 7 menara rusunawa di Batam
Info tender
  37 tender proyek
Infrastructure
  Proyek terminal Pulogebang ditunda
Infrastructure
  Dana lahan trans-Jawa melonjak
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Mon, 16/04/2012
Bukit Asam luncurkan produksi perdana di Peranap
Mining

(Riau) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meluncurkan secara resmi produksi perdana batu bara di Desa Semelinang Tebing,  Kecamatan Peranap,  Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.   

Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan pengiriman dan penjualan produksi pertama sekaligus menandai resminya operasi PTBA di Peranap.
   

Dia mengatakan dalam beberapa waktu ke depan,  secara berkesinambungan perusahaan ini akan bersinergi dengan Pemkab Indragiri Hulu untuk mewujudkan pengembangan masyarakat.
  "Di manapun PTBA berada,  kami berkomitmen memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar.  Hal tersebut dapat diwujudkan melalui peluang-peluang ekonomi,  lapangan pekerjaan,  serta berbagai aspek sosial lainnya," ungkap Milawarma.  

Selain itu,  sebagai BUMN pertambangan,  PTBA juga memiliki kewajiban secara regional dan nasional berupa pajak,  retribusi dan royalti.  Kontribusi ini merupakan sebuah input pendapatan pemerintah dalam menunjang pembangunan.
   

Komisaris Utama PTBA Patrialis Akbar mengatakan Peranap akan dikembangkan layaknya Tanjung Enim di Sumatera Selatan yang juga merupakan wilayah operasi PTBA dimana sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) telah berhasil meningkatkan taraf ekonomi dan sosial masyarakat.
   

"Kami memperkirakan kapasitas produksi sekitar 10 juta per tahun dan secara bertahap akan ditingkatkan.  Dengan demikian,  potensi di sini bisa di tambang selama 40 tahun," katanya.   

Kawasan pertambangan batubara Peranap terdiri dari perbukitan dengan luas sekitar 18.230 hektare.  Di lokasi ini dilaksanakan sistem pertambangan terbuka dengan potensi kecelakaan yang kecil.  Selain itu,  di mulut tambang juga akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bertenaga 2 x 300 MW untuk menunjang aktivitas pertambangan.   

Di tahap awal,  PTBA di Peranap memproduksi 500 ribu ton batu bara dengan India sebagai negara tujuan ekspor utama.  Selanjutnya,  kenaikan produksi akan digenjot hingga 2016 mendatang di mana perkiraan kemampuan produksi akan berkisar 2,5 juta ton per tahun.
    

Dari hasil kajian yang sudah dilakukan PTBA,  batu bara di wilayah ini termasuk jenis yang sangat cocok untuk bahan bakar methanol dan SNG setelah melalui proses gasifikasi.  Tingkat kalori batubara Peranap berada pada standar BA 53 (53.000 kilo kalori per kilogram) yang dapat ditingkatkan melalui proses coal upgrading sehingga lebih diminati oleh pasar domestik dan luar negeri.    


Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).     

 


SEKTOR MINING LAINNYA :