LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Infrastructure
  PU alokasikan anggaran infrastruktur MP3EI Rp 8,4 T
Info tender
  302 tender proyek
Infrastructure
  Ruas tol Cisumdawu mulai dibangun tahun ini
Infrastructure
  Tol Kebon Jeruk-Ulujami mulai dibangun
Infrastructure
  Proyek pipa air salahi bestek
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Thu, 05/04/2012
Pertamina incar 8 sumur minyak di Asia
Oil & gas

Anak usaha Pertamina yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berencana mengincar delapan blok minyak dan gas baru di Asia.  Diantaranya kawasan Timur Tengah,  Myanmar,  Vietnam,  dan Thailand.   Saat ini PHE telah memiliki 7 blok migas di luar negeri.   Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur Pertamina Hulu Energi,  Salis Aprilian.   

Ia mengungkapkan,  tiga blok migas di Asia Tenggara yang telah dieksplorasi PHE yaitu blok 10 dan 11 di Vietnam dan 1 blok migas SK-305 yang terletak di Malaysia,  saat ini yang paling menguntungkan adalah blok yang ada di Malaysia.
   

Blok ini,  kata Salis,  mampu memproduksi minyak dan gas bumi.  Namun Blok migas SK-305 yang dimiliki oleh Pertamina Hulu,  PVEP (Vietnam),  dan Petronas Carigali,  di mana Petronas menjadi operatornya itu banyak mengandung gas bumi yang harganya sangat rendah di Malaysia.
   

"Produksi di Malaysia kebanyakan gas.  Saat ini,  kami sedang negosiasi untuk harga gas," ujarnya.
   

Sayangnya,  blok S-305 itu saat ini hanya mampu memproduksi minyak 3.000 barel per hari,  padahal awalnya dapat berproduksi 7.000 barel per hari.  Menurutnya hal ini dikarenakan beberapa hal.
   

"Tapi ini masih menguntungkan," ucapnya
.   

Sementara itu,  di blok migas 10 dan 11 yang terletak di Vietnam,  menurut Salis,  dari sebelumnya berproduksi 6.000 barel per hari,  kini turun menjadi 2.000 barel per hari.  Produksi gas mencapai 200 mmscfd (juta standar metrik kaki kubik per hari).
    

Salis menambahkan,  untuk blok BMG di Australia,  baru memproduksi minyak 100 barel per hari.  Hal ini membuat produksi blok BMG tidak ekonomis.  Pertamina Hulu yang mempunyai 10% saham,  sedang mengkaji untuk memindahkan sahamnya ke aset lain.
    

Sedangkan blok 17-3 dan 123-3 di Midle East yaitu Libya dan blok 3-WD di Irak,  menurutnya masih terhenti karena pemerintah setempat belum memberikan izin.  Saat ini,  hanya ada kantor perwakilan Pertamina di Libya dan Irak.  "Belum ada lampu hijau dari pemerintah sana,  tapi kami telah informasikan ini daerah Pertamina," kata Salis.   

Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).   
 


SEKTOR OIL & GAS LAINNYA :