|
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berharap mampu mengejar penurunan produksi nikel pada kuartal I 2012. Caranya, INCO akan menambah kapasitas smelter dan furnace di Sorowako, Sulawesi Selatan. Pabrik pemurnian dan pembakaran yang akan beroperasi pada semester II tahun ini akan mengimbangi penghentian operasi salah satu tungku pembakaran atau furnace INCO sebelumnya.
Nicolaas Kanter, Presiden Direktur INCO berharap, penambahan kapasitas pabrik di Sorowako akan mengejar penurunan produksi nikel perusahaan pada kuartal I 2012 yang mencapai 25%. Penambahan kapasitas produksi juga menjadi langkah INCO mengejar target produksi 72.000 metrik ton (MT) pada 2012.
Tanpa menyebut berapa tambahan kapasitas yang dilakukan, menurut Kanter, INCO tahun ini juga akan mulai memproduksi nikel dari tambang di Bahodopi, Sulawesi Selatan. Dalam rencana jangka panjang, perusahaan ini juga akan membangun refinery nikel di Bahodopi.
Seluruh rencana ekspansi yang dilakukan INCO, menurut Kanter, akan dibiayai dari dana Vale Internasional sebesar US$ 2 miliar. "Dana komitmen itu akan kita gunakan untuk investasi jangka pendek, menengah, dan panjang yang kita lakukan mulai tahun ini," katanya.
Dengan dana tersebut, INCO mentargetkan peningkatan kapasitas produksi nikel hingga 120.000 metrik ton per tahun sampai lima tahun ke depan. Dengan kenaikan produksi itu, langkah perusahaan ini menjalankan lagi Coorporative Resources Agreement (CRA) dengan PT Antam Tbk juga semakin mulus. "Kita masih menunggu," ujarnya.
INCO telah menganggarkan belanja modal pada tahun ini sebesar US$ 150 juta. Dari dana tersebut, perusahaan ini akan memakai sebesar US$ 50 juta untuk melakukan studi kelayakan sejumlah proyeknya. Sedangkan dana yang lain untuk memperbaiki dan merawat alat produksi.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|