|
(Bali) Pemerintah Bali melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan menawarkan sejumlah proyek infrastruktur pengelolaan air bersih di empat kabupaten/kota dengan estimasi biaya total sebesar Rp 1,305 triliun.
Keempat penawaran pengembangan proyek itu belokasi di Metaum Kabupaten Tabanan, Tukad Unda Kabupaten Klungkung, Waribang Kota Denpasar dan Dam Ayung Kabupaten Badung. Suplai air bersih dari empat pengembang ini terintegrasi dalam satu pengelolaan air bernama Sarbagitaku.
Kepala badan Penanaman Modal dan Perizinan Bali Ida Bagus Made Parwata mengatakan secara keseluruhan proyek untuk menjamin kuantitas dan kualitas air bersih di Bali ini terbagi menjadi tiga tahapan. Seluruh tahapan mempunyai lingkup proyek pembangunan Water Treatment Plan dengan pengadaan dan pemasangan pipa transimisi dan distribusi induk. "Untuk mencapai ke pelanggan, akan didstribusikan oleh PDAM," katanya.
Terinci, tahap pertama yang direncanakan selesai pada 2013 dimulai dengan pencapaian Sistem Barat yang mengalirkan air untuk Kota Denpasar dan Badung. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengembangan Sistem Timur yang melayani dua kota sebelumnya ditambah areal perluasan di Kabupaten Gianyar. Dua sistem itu ditarget mengalirkan 600 liter air per detik dengan masing-masing tahap sebanyak 300 liter per detik.
Tahapan kedua, katanya, akan dimulai dengan sistem Unda dengan kapasitas alir sebesar 1.000 liter per detik untuk melayani Kota Denpasar, Badung, Gianyar dan Klungkung. Adapun tahap ketiga dikembangkan sistem tengah yang akan mengalirkan 600x3 liter per detik untuk Denpasar wilayah selatan, Badung dan Tabanan.
Untuk pengelolaan air bersih di Tukad Unda, lanjutnya, perusahaan yang berbasis di Korea, K Water, sudah menyelesaikan tahap studi kelayakan, setelah beberapa waktu lalu mengajukan diri. Adapun kesiapan pendanaan, perusahaan itu telah menyiapkan sebagian pengembangan.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Langganan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Denpasar Ida Bagus Ngurah Wardana mengatakan kebutuhan air minum di sejumlah Kabupaten/Kota di Bali sudah meninggi. Berdasarkan hasil studi JICA dan masterplan Sarbagitaku, kebutuhan di Bali selatan saja sudah 76% dari total konsumsi air di Bali.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|