|
Pemerintah mulai menaruh perhatian pada infrastruktur di daerah perbatasan, terutama di wilayah Kalimantan. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 3,82 triliun untuk pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan Kalimantan itu.
Alokasi anggaran itu naik dari tahun lalu yang sebesar Rp 3,1 triliun. "Sebetulnya untuk semua penanganan dan penyelesaian pembangunan jalan di perbatasan Kalimantan, usulan kebutuhan dana alokasi sebesar Rp 7,75 triliun," kata Winarno, Direktur Bina Pelaksana Wilayah II Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Saat ini, dari sekitar panjang jalan nasional di Kalimantan sekitar 6.363 kilometer (km), sekitar 70%-nya atau sepanjang 4.472,92 km yang kondisinya baik, lalu jalan sepanjang 1.232,75 km atau 19%, kondisinya sedang. Selebihnya, kondisi jalannya rusak ringan berat. Nah, kondisi jalan rusak itu berada di daerah perbatasan.
Winarno mengatakan, penanganan jalan nasional di Kalimantan perlu dilakukan secara serius, karena pulau tersebut berada di kawasan perbatasan dengan negara tetangga. "Dukungan pembangunan infrastruktur mempertimbangkan prinsip keamanan dan kelestarian lingkungan," kata Winarno.
Lebih rinci, Winarno menjelaskan, anggaran tersebut antara lain akan digunakan untuk pelebaran jalan dan perbaikan jalan di ruas batas Serawak-Nanga Badau, Aruk-Sp Tanjung-Galing, dan Nanga Badau-Lanjak-Putussibau. Jalur itu terletak di Kalimantan Barat.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|