|
Pemerintah menghitung dana studi kelayakan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) maksimal hanya Rp 1,5 triliun. Berbeda dengan hitungan pemrakarsa megaproyek ini yakni Rp 1 triliun hingga Rp 1,75 triliun.
Karena itu, Djoko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum, bilang, pemerintah bakal melakukan negosiasi dengan pemrakarsa JSS tentang besaran dana tersebut. Tetapi, "Belum ada hasil dari negosiasi itu," katanya.
Catatan saja, melalui Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda, pemerintah menetapkan konsorsium Graha Banten Lampung Sejahtera sebagai pemprakarsa JSS.
Selain studi kelayakan, Djoko menjelaskan, skema jaminan dari pemerintah untuk pemrakarsa proyek mencakup biaya membuat basic design dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Nantinya, semua biaya ini akan diganti oleh pemenang tender JSS. Tapi, kalau proyek jembatan yang menyatukan Pulau Jawa dan Sumatra ini batal, pemerintah akan mengganti semua biaya yang sudah dikeluarkan Graha Banten Lampung Sejahtera.
Sekretaris Tim Nasional Persiapan Pembangunan JSS Hermanto Dardak menambahkan, saat ini posisi pemerintah masih melihat poin-poin perjanjian dengan pemrakarsa proyek. Contohnya, target waktu studi kelayakan, basic design, dan proses right to match dari tender. Intinya, "Perjanjian ini berisikan kewajiban yang harus dipenuhi pemrakarsa maupun pemerintah," ujar Wakil Meteri Pekerjaan Umum itu.
Dari sisi pemerintah, kewajiban yang harus mereka penuhi antara lain perizinan dan skema penjaminan.
Hermanto menuturkan, setelah pemerintah dan pemrakarsa meneken perjanjian, studi kelayakan sudah bisa dimulai selama maksimal dua tahun. Targetnya, proses studi kelayakan dapat berjalan mulai April 2012 nanti.
Kelak, JSS akan dibangun sepanjang 29 kilometer (km) dan menghubungkan Provinsi Lampung dan Banten. Jembatan ini akan terkoneksi dengan tol Jakarta-Merak di Banten dan tol Bakauheni-Tengineneng di Lampung yang masih dalam persiapan. Rencana konstruksi jembatan bakal dibagi dalam lima seksi, yakni seksi satu sepanjang 6,5 km, seksi dua 3,8 km, seksi tiga 8,53 km, seksi empat 3,8 km, dan seksi lima 6,5 km. Total biaya untuk membangun jembatan terpanjang di Indonesia ini Rp 170 Triliun.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|