|
Sepulang dari kunjungan ke China, pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sukses memboyong komitmen proyek perdagangan batubara US$ 120 juta dari pengusaha muda China.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia, Taufan Rotorasiko. Taufan menyebutkan, komitmen perdagangan itu disepakati antara pengusaha muda Indonesia dengan pengusaha muda asal China.
"KNPI menyaksikan nota kesepahaman (MoU) yang diteken disana (Ghuangzhou, China)," kata Taufan. Kesepakatan bisnis tersebut dilakukan oleh Nursyam Halid, Direktur PT Nusantara Halid (Indonesia) dengan Kim Chundong, Direktur Xianmen Chinyoung IMP & EXP CO Ltd (China).
Nursyam Halid, Direktur PT Nusantara Halid menyebutkan, MoU itu merupakan berwujud komitmen perdagangan batubara sebanyak 1,2 ton per tahun. Dalam kesepakatan itu, PT Nusantara Halid diposisikan sebagai penjual batubara, dan Xianmen Chinyoung IMP & EXP CO Ltd menjadi pembeli. "MoU ini hanya trading (perdagangan) saja," katanya.
Selain kesepakatan perdagangan batubara, kedua pelaku bisnis ini juga menyepakati pembangunan Marangkau Coal Terminal Project di Kalimantan. Nursyam mengaku, optimis dengan kerjasama tersebut karena mendapat dukungan dari organisasi pemuda KNPI.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|