|
PT Jasa Marga Tbk menargetkan pada Oktober 2012 bisa mendapatkan hak konsesi pembangunan jalan tol Padang-Sicincin sepanjang 27 km di Sumatra Barat dengan konsorsium bersama pemerintah daerah dan swasta.
Dirut PT Jasa Marga Tbk Adityawarman mengatakan segera mengusulkan pembangunan jalan tol ini kepada Kementerian Perkerjaan Umum pada bulan depan. Pasalnya, ruas ini belum menjadi bagian dari koridor jalan tol Trans Sumatra High Grade Highway.
"Baru akan diusulkan untuk masuk dalam high grade highway. Jasa Marga sebagai inisiator, mudah-mudahan Oktober sudah mendapatkan hak konsesi," ucapnya.
High grade highway merupakan konsep untuk penyediaan jalan bebas hambatan yang berupa jalan bebas hambatan/freeway (tidak layak secara finansial) dan jalan tol yang layak secara finansial.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan proyek jalan tol Sumatra sepanjang 1.000 km akan dimulai dengan ruas Padang-Padang Panjang (Sicincin), disusul dengan ruas Pekanbaru-Rumbai, Riau.
Adityawarman mengumpamakan pembangunan jalan tol di Sumatra Barat ini seperti halnya ruas Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa di Bali, yang jeda waktu dari proses pengajuan hingga konsesi dalam kurun waktu 6 bulan.
Terkait dengan nilai investasi, menurutnya, belum dapat ditentukan karena masih melalui berbagai macam perhitungan. Apalagi, untuk pembangunan ruas ini rencananya hanya dibangun masing-masing satu lajur untuk dua arah dengan median atau pembatas.
Rencananya, konsorsium yang nantinya diberi nama PT Jasa Marga Tol Sumbar akan menggendeng PT Semen Padang yang penyertaan modalnya berupa pasokan material berupa semen.
Namun sejauh ini, Sumbar yang lebih agresif dibandingkan dengan provinsi lainnya, sehingga prosesnya lebih cepat. Apalagi, Sumbar telah menyiapkan APBD Rp 23 miliar untuk membantu dalam hal pembebasan lahan dengan lebar ruas 50 meter.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|