|
Meski merugi sebesar Rp 1,1 miliar di 2011, tidak mengurangi minat PT Leo Investment Tbk (ITTG) untuk melakukan ekspansi di bidang pengeboran minyak dan gas. Di tahun ini, ITTG berencana melakukan pembelian mesin pengeboran dan mengakuisisi kontrak pengeboran terpadu senilai US$ 14,7 juta.
Benny Louis, Direktur Utama ITTG mengatakan, tahun ini ITTG melalui anak usahanya PT Leo Resources akan membeli satu unit drilling rig 350 hp milik PT Bumi Jambi dengan nilai Rp 19,4 miliar. Selain itu, ITTG juga akan membeli 22 unit camp container milik PT Bumi Jambi dengan nilai Rp 2,3 miliar.
"Dana untuk pembelian drilling rig 350 dan 22 camp container akan diambil dari penawaran umum terbatas (PUT) I dengan total nilai Rp 102,4 miliar," katanya.
Selain melakukan pembelian, dia juga menyebutkan akan mengakuisisi kontrak jasa pengeboran terpadu coal bed methane (CBM) milik PT Jaya Mimika Lestari dengan nilai kontrak sebesar US$ 14,7 juta. "TTG akan mengakuisisi sebesar Rp 5,8 miliar dari nilai kontrak tersebut," ujarnya.
Kontrak tersebut, menurut Benny merupakan kontrak bagi hasil BP Migas dan Satui Basin Gas dengan PT Jaya Mimika Lestari untuk pengeboran CBM pada Blok Kotabu, Kalimantan Selatan. Kontrak itu sendiri hanya akan berlaku selama 235 hari sejak penandatanganannya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|