|
PT Pengerukan Indonesia membidik proyek pengerukan alur pelayaran di Provinsi Kepulauan Riau senilai US$ 35 juta untuk mendukung operasional perusahaan penimbunan minyak dan gas asal Singapura.
Direktur Utama PT Pengerukan Indonesia (Rukindo) Sugondho mengatakan proyek itu bernilai sangat strategis sehingga pihaknya intensif merevitalisasi kapal yang ada guna merebut proyek alur di provinsi itu.
Dia memperkirakan volume pasir yang akan dikeruk mencapai 7 juta meter kubik dengan periode pengerjaan mulai pertengahan 2012 hingga 2014. "Proyek ini tidak melalui mekanisme tender sehingga kami optimistis dapat menggarapnya," katanya.
Sugondho menyebutkan pihaknya sudah melakukan pembicaraan langsung dengan pemilik perusahaan itu di Singapura beberapa waktu lalu dan meminta Rukindo bisa melaksanakan proyek itu.
Sampai saat ini, tegasnya, pihaknya masih mempersiapkan proposal sebagai respons atas pembicaraan awal dengan manajemen perusahaan dari Singapura itu. "Nilainya proyek pengerukan kami proyeksikan mencapai US$ 35 juta dengan asumsi US$ 5 per meter kubik," ujarnya.
Selain proyek pengerukan di Kepulauan Riau, dia mengungkapkan pihaknya sudah mengantongi sejumlah kontrak pengerukan alur yang sekarang sudah berjalan senilai sekitar Rp 215 miliar.
Proyek itu yakni pemeliharaan alur pintu masuk Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu Rp 43 miliar per tahun selama 3 tahun, pengerukan alur di perairan Surabaya Rp 42 miliar, pengerukan alur di Semarang dan Lampung masing-masing Rp 24 miliar dan Rp 20 miliar.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|