|
Kementerian Perhubungan merogoh kocek senilai Rp 184,6 miliar untuk belanja 20 pesawat latihan tahun ini. Pengadaan pesawat latihan ini untuk menggantikan 12 pesawat latihan yang akan memasuki usia pensiun tahun ini.
Pesawat latih yang akan dibeli itu terdiri dari 18 pesawat tetap (fixed wing) dan 2 pesawat sayap putar (helicopter). Kedua puluh pesawat latih ini akan datang secara bertahap. Enam diantaranya sudah tiba di Indonesia, dan sisanya datang hingga akhir 2013, termasuk dua helikopter.
Sementara itu, 12 pesawat yang masuk usia pensiun itu, akan dikeluarkan dari kegiatan belajar Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI). Pesawat latih ini dinilai tidak layak lagi karena sudah berusia di atas 25 tahun.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Kemenhub, Yudhi Sari Sitompul, menyatakan, pesawat baru ini akan di tempatkan di daerah-daerah yang memiliki sekolah penerbangan seperti Semarang dan Sumenep.
"Pesawat akan kami tempatkan di daerah, karena wilayah udara di STPI Curug dan Bandara Soekarno-Hatta sudah cukup padat," kata Yudhi.
Saat ini di STPI Curug memiliki 39 pesawat latih, dimana 36 diantaranya pesawat fixed wing dengan merek Sacota TB-10, C-23 Sundowner, Piper Dacota dan Baron. Sedangkan tiga lagi merupakan helikopter seri Bell 206.
Dengan penambahan pesawat latih baru ini, pemerintah berharap bisa menghasilkan 400 penerbang di tahun 2014. Target ini lebih besar 300% dari kemampuan didik penerbang beberapa tahun terakhir yang hanya berkisar 100 penerbang tiap tahunnya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|