|
PT PLN (Persero) mengaku siap memasok listrik untuk memenuhi kebutuhakn listrik pabrik pengolahan dan pemurnian hasil tambang (smelter) di Jawa dan Sulawesi.
Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsudin mengatakan, perseroan telah menyiapkan infrastruktur listrik di dua daerah untuk pembangunan smelter di Jawa dan Sulawesi Selatan.
"Kapasitas pembangkit di Sulawesi Salatan pada 2014 nanti akan lebih dari 1.000 megawatt (MW). Sementara, pasokan listrik di Jawa saat ini pun sudah siap melistriki smelter," kata dia.
Tambahan tersebut berasal dari PLTU Barru berkapasitas 2x50 MW, PLTU Poso 180 MW, PLTU Sengkang 60 MW. Sedangkan beban puncak di wilayah Sulawesi Selatan juga akan diperbaiki dengan adanya jaringan tegangan 275 kilovolt (kV). Sehingga, kapasitas pembangkit dan jaringan yang ada di Sulawesi Selatan bisa menjamin pasokan listrik yang andal bagi smelter.
Sementara itu, kapasitas pembangkit di sistem kelistrikan di Jawa-Bali saat ini sudah mencapai 23 ribu MW. Angka tersebut sudah mampu mengantisipasi pertumbuhan daya sebesar 9% per tahun.
Murtaqi menyarankan pengusaha bisa membangun smelter di Jawa bagian Timur berdekatan dengan PLTU Paiton. "Daerah setelah PLTU Paiton hingga Banyuwangi sudah tidak ada masalah tegangan. Selain itu lokasi lebh dekat dengan Sulawesi sebagai sumber tambang dan laut di sana cukup dalam," jelas dia.
Karena itu, dia menampik argumen pengusaha yang menyebutkan ketidaksiapan infrastruktur listrik sebagai alasan mereka tidak mambangun smelter. "Kalau sebelum akhir 2014 tidak membangun smelter itu bukan karena listrik tidak siap, tetapi mereka tidak mau saja," tegas Murtaqi.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|