|
Kementerian Perhubungan melanjutkan studi penentuan lokasi bandara baru di Karawang, Jawa Barat sebagai pengganti Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten yang diprediksi jenuh mulai 2014.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan studi yang melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA) sudah menentukan Karawang sebagai lokasi terbaik pengganti bandara Soekarno-Hatta.
"Ada tujuh lokasi (pengganti Soekarno-Hatta) tapi kandidat lokasi yang paling tinggi di Karawang," katanya.
Sampai saat ini, menurutnya, pihaknya masih mengkaji detail parameter Karawang sebagai lokasi bandara baru di sekitar Jakarta.
Namun, Bambang menegaskan pihaknya masih menunggu optimalisasi bandara Soekarno-Hatta Cengkareng yang dilakukan PT Angkasa Pura (AP) II untuk menampung arus penumpang angkutan udara yang terus meningkat dari tahun ke tahun. "Step-nya adalah optimalisasi Cengkareng dan kemudian bandara baru."
Sesuai data awal, bandara baru di Karawang membutuhkan lahan seluas 4.000 hektare yang menurut Bappeda Karawang berada di kawasan hutan di empat kecamatan yakni Telukjambe Barat, Ciampel, Pangkalan dan Tegalwaru.
Sementara itu, Direktur Utama PT AP II Tri S. Sunoko menyatakan pihaknya memperkirakan pembebasan lahan seluas 830 hektare untuk proyek landas pacu (runway) ketiga dan terminal 4 bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten selesai pada 2014.
Sampai saat ini, pihaknya baru berhasil membebaskan lahan seluas 80 hektare dari total kebutuhan seluas 830 hektare atau kurang sekitar 750 hektare.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|