|
Kereta cepat sudah banyak diterapkan berbagai negara. Dengan jarak yang membentang, waktu tempuh perjalanan bisa terasa singkat karena kereta memiliki kecepatan 210 Km/Jam.
Kenji Endo, perwakilan The Ministry of Land, Infrastructur, Transport and Tourism of Japan (MLIT) menerangkan hasil studi kelayakan menerangkan, kereta cepat Jakarta-Bandung dapat menempuh waktu hanya 45 menit. Padahal jarak yang kereta ini lalui 144 km mulai dari Dukuh Atas (Jakarta) hingga Gedebage (Bandung).
Menurutnya, meski kontur tanah yang lebih tinggi antara Bandung dan Jakarta, kereta cepat memiliki kecepatan rata-rata 210 Km/Jam. Jadi wajar saja, jika waktu tempuhnya lebih singkat.
Lalu bagaimana dengan kereta milik PTKA? Dari hasil analisa awal pula kereta milik BUMN ini memakan waktu tiga jam atau 180 menit. Ini berarti penumpang kereta konvensional harus menghabiskan waktu empat kali lebih lama dibandingkan kereta cepat.
Direktur Utama PTKA, Ignasius Jonan mengaku kecepatan kereta miliknya hanya 60 Km/Jam. Kecepatan yang terbilang lelet ini disebabkan oleh teknologi yang jauh tertinggal dibandingkan kereta cepat yang sudah ada dibanyak negara. Belum lagi banyaknya perlintasan kereta api di sepanjang rel.
Deputy Director General Railway Biro MLIT, Hirosi Tabata menegaskan, teknologi kereta cepat Jakarta-Bandung mengadopsi kereta Sinkasen. Kereta cepat yang ada di Jepang pun dapat berjalan dengan kecepatan 270 Km/Jam.
"Kondisi di dalam tenang dan dapat mencegah tubrukan, dengan kecepatan 270 Km/Jam," tutur Hirosi.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|