|
Belanja pemerintah di awal tahun masih tergolong lelet. Lihat saja belanja instansi pemerintah yang dipantau oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Belanja yang ditender sampai pertengahan Maret 2012 baru mencapai Rp 6,89 triliun.
Kepala LKPP Agus Rahardjo mengatakan, angka tender proyek pemerintah ini, belum termasuk belanja instansi, yakni Kementerian Pekerjaan Umum. "Tender di PU belum terkoneksi dengan LKPP, mereka sudah punya sistem pengadaan tersendiri. Padahal PU memiliki bujet yang paling besar," kata Agus.
Belanja pemerintah pada kuartal I 2012 ini memang belum bisa mengalir deras sesuai harapan. Karena itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui, peranan belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal I masih sangat kecil. Bambang berharap, belanja pemerintah pada kuartal II nanti bertambah baik.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga berharap, dengan percepatan APBN-Perubahan 2012, realisasi penyerapan anggaran belanja modal bisa lebih baik. Berdasarkan jadwal, APBN-P 2012 harusnya sudah disahkan di sidang paripurna DPR pada 29 Maret nanti. Setelah disahkan, pada April nanti, pemerintah akan segera merevisi daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA). "Kemudian diserap anggaranya," ujar Agus.
Untuk memperlancar belanja tahun ini, pemerintah juga telah menyelesaikan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Saat ini revisi Perpres itu sudah dalam tahap finalisasi dan akan selesai pada akhir Maret ini. Saat ini Prepres sudah ada di meja Menko Perekonomian.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|