|
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II akan mengembangkan tiga pelabuhan internasional, yakni Pelabuhan Kalibaru (Tanjung Priok New Terminal), Pelabuhan Tanjung Sauh Batam, dan Pelabuhan Sorong. Dengan investasi lebih dari Rp 19,09 triliun, ketiga pelabuhan itu siap bersaing dengan pelabuhan di Singapura dan Malaysia.
Sejumlah kalangan menilai, Indonesia sudah selayaknya memiliki pelabuhan kelas internasional (internasional hub port) untuk menunjang kegiatan ekspor impor.
Dengan demikian, kegiatan ekspor impor tidak lagi melalui Singapura (transhipment). Untuk mempercepat realisasi pelabuhan modern, Indonesia perlu menggandeng swasta. Selain menghemat devisa, kehadiran pelabuhan internasional itu akan menurunkan biaya transportasi (Freight), memacu pertumbuhan perdagangan dan investasi, dan menurunkan harga barang.
Untuk mengembangkan ketiga pelabuhan itu, Pelindo II mengandalkan sumber dana dari internal, para mitra strategis, pinjaman bank, dan penerbitan obligasi. Sebagai penyedia layanan kepelabuhanan, Pelindo II dituntut untuk bertransformasi menjadi lebih modern dan efisien.
"Untuk itu, kami siap membangun pelabuhan Kalibaru, pelabuhan Sorong, dan tengah melakukan feasibility study pelabuhan Tanjung Sauh Batam," ujar Direktur Utama Pelindo II RJ Lino.
Tahun ini, menurut Lino, Pelindo II mengalokasikan total dana investasi Rp 4,57 triliun. Rinciannya, untuk pembangunan pengembangan pelabuhan Rp 2,64 triliun, penambahan kapal Rp 230,5 miliar, pengadaan alat bongkar muat dan fasilitas pelabuhan Rp 450,89 miliar, serta pengembangan akses jalan di sejumlah pelabuhan Rp 116,6 miliar. Pendapatan ditargetkan naik menjadi Rp 6 triliun dan laba bersih Rp 1,7 triliun.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|