|
Realisasi belanja konstruksi nasional selama 2011 mencapai Rp 160,2 triliun, atau meleset 24,92% dari target sepanjang tahun yang diperkirakan Rp 200 triliun.
Capaian tersebut, tumbuh sekitar 6,7% dibandingkan realisasi belanja nasional selama 2010 sebesar Rp 150 triliun.
Berdasarkan dasar harga berlaku, belanja konstruksi nasional mencapai Rp 756,5 triliun, atau tumbuh 14,46% dibandingkan 2010 Rp 660,9 triliun. Secara umum, laju pertumbuhan sektor konstruksi selama 2011 mencapai 6,7% dan sumber pertumbuhan sebesar 0,4%.
Ketua Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Sudarto mengatakan tidak tercapainya target tersebut karena banyak proyek yang didanai APBN dan APBD tidak terserap. Penyebabnya, karena lamanya proses persetujuan proyek, dan keterlambatan lelang.
"Padahal untuk lelang saja butuh waktu selama 35 hari resminya, belum lagi jika proyek bermasalah butuh waktu lebih lama. Ini yang membuat dana tidak terserap, sehingga harus dikembalikan," ujarnya.
Dia mengatakan umumnya proyek yang tidak terserap itu adalah proyek yang single years, sedangkan proyek milik swasta umumnya skema pembangunannya bersifat multi years sehingga penyerapannya tetap sesuai jadwal.
Meski meleset dari target, data dari BPS menyebutkan selama 2011, sektor konstruksi mengalami pertumbuhan positif 3,9%. Jika dibandingkan 2010, pertumbuhannya sebesar 7,8%. Namun, dibandingkan dengan tahun 2010, pada 2011 terjadi penurunan penurunan dari 10,3% menjadi 10,2%.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|