|
(Bengkulu) Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan penjualan batubara pada tahun ini sebanyak 3,5 juta ton, atau meningkat dari penjualan 2011 sebanyak 3,2 juta ton.
"Tahun ini target penjualan sebanyak 3,5 juta ton, tentu produksi akan di atas itu," kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bengkulu Karyamin.
Ia mengatakan produksi batu bara dihasilkan dari 15 perusahaan yang sudah melakukan eksploitasi.
Sebenarnya, kata dia, penjualan tersebut masih dapat ditingkatkan jika kondisi alur masuk pelabuhan Pulau Baai sudah mencapai kedalaman yang normal.
"Saat ini masih terbatas untuk kapal yang berbobot 25 ribu ton, sedangkan kapal batubara banyak yang bobotnya di atas itu, jadi terpaksa menunggu di perairan Pulau Tikus," katanya.
Sementara itu, peralatan muat batu bara cukup memadai dimana PT Pelindo sudah menambah "conveyor belt" di pelabuhan untuk memperlancar pemuatan batu bara.
Ia mengharapkan perusahaan yang ada mempergunakan izin eksplorasi dan eksploitasi dengan optimal.
Saat ini, kata dia, terdapat hampir 100 perusahaan pertambangan batu bara yang memiliki izin eksplorasi dan eksploitasi.
"Ada 15 perusahaan yang berproduksi sedangkan sisanya masih tahap eksplorasi," katanya.
Ia mengharapkan Dinas ESDM di sembilan kabupaten meningkatkan pengawasan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi tambang batu bara yang sudah memiliki izin.
Pengawasan terhadap reklamasi lahan bekas galian juga akan ditingkatkan dengan menyurati perusahaan yang sudah berproduksi tersebut.
"Termasuk perusahaan yang ada di hulu Sungai Air Bengkulu karena diduga erosi dari lahan bekas galian memperparah pencemaran sungai," katanya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|