|
Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan butuh dana Rp 1 triliun dalam 3 tahun untuk pengadaan Automatic Train Protection yang dapat mengatur pergerakan kereta api secara otomatis demi keselamatan perjalanan kereta api.
Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko mengatakan Automatic Train Protection (ATP) ini akan dipasang di lokomotif penggerak kereta serta stasiun-stasiun kereta di seluruh Tanah Air.
"ATP ini adalah peralatan keselamatan yang dapat mengatur pergerakan kereta api secara otomatis dengan memberhentikan kecepatan kereta api seusai dengan kondisi jalan apabila kecepatan kereta api melebihi batas kecepatan yang diijinkan atau masinis melanggar sinyal. Dengan demikian dapat meminimalisasi kecelakaan," kata Hermanto.
Dia menjelaskan dana yang dibutuhkan untuk memasang alat keselamatan kereta api ini senilai Rp 1 triliun yang dimulai tahun ini hingga 3 tahun ke depan. ATP ini akan dipasang di 424 stasiun kereta api di seluruh Indonesia, 350 lokomotif kereta rel diesel dan 400 kereta rel listrik.
"Seluruh dananya akan berasal dari APBN, kami sudah usulkan demi mengantisipasi kecelakaan kereta api," tutur Hermanto.
Menurut Hermanto, biaya pengadaan ATP ini sebenarnya lebih kecil ketimbang ATP yang berasal dari negara asalnya, di Eropa, harga lebih mahal. Untuk memasang 1 ATP di lokomotif, dibutuhkan dana Rp 1 miliar.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|