LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Oil & gas
  Blok gas milik Energi Mega mulai produksi
Mining
  Hanya 66 Perusahaan Tambang yang Serius Bangun Smelter
Keuangan
  Rp 15,8 T untuk rehab sekolah rusak
Infrastructure
  Siapkan Rp188 Miliar, Pemkab Paser Lebarkan Jalan
Air transportation
  Proyek bandara Sepinggan ditargetkan rampung tepat waktu
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Thu, 23/02/2012
Pabrik bioetanol di Lebak mulai beroperasi
Agriculture

(Banten) Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan pabrik bioetanol di Kabupaten Lebak,  Provinsi Banten,  mulai berproduksi,  dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).    

"Kita yakin produksi bioetanol yang menggunakan bahan baku singkong atau ubi kayu dapat mengantisipasi pasokan BBM nasional," kata Menristek.      

Ia mengatakan,  sejak 2008 Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) membangun pabrik Bioetanol di atas satu hektare di Desa Muncang Kopo,  Kecamatan Cikulur,  Kabupaten Lebak.   Pabrik bioetanol tersebut berkapasitas 1.000 liter per hari.   

Pendirian pabrik bioetanol di Kabupaten Lebak karena bahan baku singkong melimpah juga bisa meningkatkan kesejahteraan bagi petani setempat.
     

Produksi bioetanol sebagai bahan bakar nabati yang ramah lingkungan,  merupakan sumber energi yang menjadi alternatif pengganti BBM.  Apalagi,  produksi BBM dalam negeri terus menurun dan dipastikan 10 tahun yang akan datang habis.
   

Karena itu,  kata dia,  pemerintah harus mencari pengganti BBM lainya, seperti bioetanol dari singkong itu.   


Menurut dia,  produksi bioetanol tersebut relatif ekonomis juga penggunaan teknologi sederhana dan mudah dikembangkan (inovasi).  Selain itu juga tidak membutuhkan alat pendukung seperti tabung gas elpiji dan proses pengapian sangat aman.
   

Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya mengaku penyerahan pabrik bioetanol ke pemerintah Kabupaten Lebak dari Menristek itu diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi petani singkong.
   

Sebagian besar petani di Kecamatan Cikulur mengembangkan tanaman singkong untuk memenuhi kebutuhan pabrik bioetanol.   "Produksi bioetanol itu akan dijual ke Pertamina dan setiap hari membutuhkan singkong 3.000 kilogram per hari," katanya.    


Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.   

 
NEWS SEKTOR AGRICULTURE LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (16-04-2014) : 522
JUDUL TENDER (16-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com