|
Sedikitnya tiga tambang batu bara di Pulau Kalimantan bakal diambil alih pada tahun ini oleh PT Bhakti Investama Tbk, perusahaan investasi milik pengusaha sukses Hary Tanoesoedibjo.
Budiono, Direktur Oil dan Gas Bhakti Coal mengemukakan perseroan mensyaratkan tambang batu bara yang akan diakuisisi itu harus memenuhi kualifikasi jumlah cadangan batu bara yang ditetapkan.
"Untuk batu bara kalori menengah, cadangannya hingga 30 juta ton dan untuk kalori rendah 20 juta ton-30 juta ton," ujarnya.
Saat ini, paparnya, perseroan tengah menggenjot penambahan kepemilikan konsesi tambang dengan menargetkan mampu memiliki total cadangan batu bara hingga mencapai 500 juta ton.
Dia menuturkan pihaknya sangat terbuka jika ada peluang untuk mengambil alih tambang-tambang batu bara selama ada penawaran yang baik dan dengan jumlah cadangan batu bara yang memadai.
Sejauh ini Bhakti Investama memiliki sembilan lahan tambang di Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur. Dari jumlah itu, baru satu tambang yang berproduksi yakni sebanyak 70.000 ton per bulan atau 840.000 ton per tahun.
Rencananya, sambungnya, pihkanya akan meningkatkan produksi batu bara di tambang tersebut menjadi 100.000 ton per bulan atau 1,2 juta ton per tahun. Pada awal 2013, dua tambang di Sumsel diharapkan sudah dapat berproduksi.
Menurutnya, jika seluruh konsesi lahan batu bara efektif berproduksi, produksi batu bara perseroan akan mencapai 4 juta ton per tahun.
Dia optimistis dapat memenuhi target tersebut, mengingat konsumsi batu bara rendah dan menengah masih sangat tinggi terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik dan keperluan energi panas lainnya.
Untuk mendukung kegiatan operasional pertambangan tahun ini, Budiono menjelaskan perseroan akan mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 30 juta, setara dengan Rp 271,59 miliar.
Alokasi dana capex itu akan digunakan perseroan untuk aktivitas pertambangan yang sudah ada, persiapan eksploitasi dua lahan tambang dan eksplorasi lapangan migas di Papua.
"Selama ini pelanggan tetap kami adalah China, Korea Selatan dan India," jelasnya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|