|
PT PLN (Persero) telah menandatangani kontrak pembelian batubara sebanyak 67 juta ton untuk memenuhi kebutuhan 2012, jauh di atas perkiraan kebutuhan 2012 sebanyak 54 juta ton.
"Volume kontrak memang sengaja melampaui kebutuhan, agar lebih secure," kata Dirut PLN Nur Pamudji.
Menurut dia, PLN mengalokasikan dana pembelian batubara untuk 2012 sebesar Rp 35 triliun dengan harga rata-rata Rp 725.000 per ton.
Volume kebutuhan 54 juta ton itu terdiri atas 25,6 juta ton berkadar 5.100 kkal/kg, 22,3 juta ton kalori 4.200 kkal/kg dan 6.100 kkal/kg sebanyak 6,2 juta ton.
Realisasi pembelian batu bara PLN tahun lalu mencapai 43 juta ton, sementara volume kontrak sekitar 50 juta ton.
Nur mengatakan, PLN dimungkinkan tidak membeli seluruh batubara terkontrak, misalkan 80%-nya. "Pembayarannya sesuai yang kita ambil," ujarnya. Menurut dia, pemasok batu bara PLN antara lain Adaro, KPC, Kideco, Arutmin, Berau Coal, PT BA, Indominco, PLN Batubara, Hanson, DGL, Cenko, Batara Batari, PT BMP, PT KII, dan Titan.
"Kami belum ada tender baru, sehingga pemasok untuk 2012 dan 2011 sama, hanya jumlahnya saja beda," katanya.
Nur melanjutkan, di luar kontrak berjangka tersebut, PLN juga mengambil batubara melalui pasar spot untuk kebutuhan mendadak.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |