LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Infrastructure
  Proyek jalan tol butuh kejelasan regulasi & jaminan pemerintah
Oil & gas
  PGN Bangun 8000 Sambungan Gas di Jakarta
Manufaktur
  Baru Foxconn yang serius buka pabrik HP di Indonesia
Agriculture
  Stok beras di Jabar cukup untuk 8 bulan
Manufaktur
  Pemerintah siapkan 3 opsi bila Inalum putus kontrak
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Sat, 18/02/2012
Semen Gresik dirikan anak usaha tambang batubara
Mining

(Jawa Timur) PT Semen Gresik (Persero) Tbk mendirikan anak perusahaan baru yang bergerak di bidang pertambangan batubara untuk memenuhi pasokan bahan baku energi guna kegiatan produksi pabrik semen tersebut.      

Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis PT Semen Gresik Tbk,  Erizal Bakar,  menjelaskan,  untuk pendirian anak usaha bernama PT Semen Gresik Group (SGG) Energi Prima ini,  perseroan mengalokasikan investasi sebesar Rp 500 miliar.   

"Sebanyak 97% saham perusahaan ini dimiliki Semen Gresik dan 3% sisanya adalah Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG)," kata Erizal.   

Ia mengatakan,  SGG Energi Prima direncanakan melakukan kegiatan penambangan batubara (termasuk penyelidikan umum,  eksplorasi,  eksploitasi,  pengolahan,  dan penyimpanan),  transportasi,  perniagaan dan derivatifnya,  serta pengembangan anak usaha (kerja sama dengan perusahaan tambang lainnya dan pencarian lahan batubara).   

"Sudah ada survei untuk mendapatkan lokasi penambangan batubara di Kalimantan Selatan,  Kalimantan Timur,  dan Sumatera.  Kami harapkan dalam enam bulan ke depan anak usaha ini sudah bisa mulai bergerak dan menyiapkan sarana pendukungnya," ujarnya.    

Secara keseluruhan (grup) yang meliputi PT Semen Gresik,  Semen Tonasa dan Semen Padang,  kebutuhan batubara setiap tahun sekitar 3,2 juta ton.  Kebutuhan itu diperkirakan meningkat menjadi sekitar empat juta ton,  setelah pabrik Tuban IV di Jawa Timur dan Tonasa V di Pangkep,  Sulawesi Selatan,  beroperasi pada tahun ini.    

Erizal Bakar menambahkan,  sekitar 30% pasokan menggunakan batubara berkalori tinggi,  sedangkan 70% jenis batu bara berkalori sedang dan rendah.  Bahan bakar ini menyumbang sekitar 20% biaya produksi.    

"Dalam kurun waktu dua tahun ke depan,  kami terus mengurangi kebutuhan batubara berkalori tinggi.  Harga batubara kalori tinggi lebih mahal sekitar Rp 300 ribu per ton dari kalori sedang dan rendah," tambahnya.   

Ia menambahkan,  keberadaan anak usaha PT SGG Energi Prima diharapkan mampu menekan biaya produksi dan yang lebih penting menjaga suplai batubara untuk kelancaran proses produksi pabrik semen.    

Bagi para pengguna via blackberry,  info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.    
 
NEWS SEKTOR MINING LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (16-04-2014) : 522
JUDUL TENDER (16-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com