LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Land transportation
  Pemerintah gandeng swasta siapkan jalur KA lingkar Bali
Info tender
  263 tender proyek
Land transportation
  Kurang dana, DKI hanya bangun 12 koridor busway
Infrastructure
  Juni 2013, Bali bakal punya jalan tol
Land transportation
  Pembangunan monorel harus direalisasikan
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Fri, 17/02/2012
PTPN menjual bioetanol ke Pertamina
Agriculture

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mematangkan rencana pengoperasian pabrik bioetanol.  Apalagi sudah ada calon pembeli yang bersedia memborong bioetanol buatan PTPN X.   

Menurut Djoko Santoso,  Sekretaris Perusahaan PTPN X,  PT Pertamina bersedia memborong bioetanol dari pabrik milik PTPN X.  Sudah begitu,  Pertamina mengaku sanggup membeli bioetanol PTPN X dengan harga bagus.  "Ini yang membuat kami tertarik mengembangkan bisnis bioetanol," ungkap Djoko.   

Wakil Presiden Komunikasi Pertamina,  Mohammad Harun,  menyatakan,  bioetanol dari PTPN X ini menjadi bahan baku pembuatan bahan bakar yang ramah lingkungan. "Bioetanol ini menjadi bahan baku biopertamax dan biopremium," tutur Harun.   

Menurutnya,  penggunaan energi terbarukan ini bisa menghemat 2,5%-5% dari jumlah bahan bakar fosil.  Pertamina akan menjual harga biopremium setara dengan harga premium,  begitu pula dengan harga biopertamax akan sama dengan Pertamax. 

PTPN X berharap akhir tahun nanti sudah bisa mengoperasikan pabrik tersebut. Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas delapan hektare (ha) di Kecamatan Gempolkerep,  Mojokerto,  Jawa Timur.  Pabrik bioetanol ini memiliki kapasitas produksi 30.000 kiloliter (kl) per tahun.    

Pabrik bioetanol ini akan memanfaatkan bahan baku dari tetes gula sisa atau molases dari produksi gula.  Pada 2011, rata-rata rendemen atau sari tebu yang bisa diolah menjadi gula hanya sebesar 7,15%,  sedangkan sisanya hanya menjadi limbah.  Sisa tebu inilah yang nantinya diolah menjadi molases.   

Tahun lalu,  pabrik PTPN X mampu memproduksi 446.494 ton gula.  Dari jumlah tersebut,  jumlah molases berkisar 105.000 ton hingga 115.000 ton.  Sebelum ada pabrik bioetanol,  PTPN X menjual molases ke industri lain seperti kosmetik dan farmasi dengan harga Rp 1 juta per ton.   

Dengan ekspansi ini,  PTPN X berharap pendapatan tahun ini bisa menyentuh Rp 2,5 triliun,  tumbuh 19% dari pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp 2,1 triliun. " Pembangunan pabrik akan mendongkrak laba 20% dari tahun sebelumnya," tutur Djoko.   

Pembangunan pabrik bioetanol ini merupakan hasil kerjasama PTPN X dengan The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO).  Pabrik ini menelan dana investasi sekitar Rp 460 miliar.   

Bagi para pengguna via blackberry,  info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.    
 


SEKTOR AGRICULTURE LAINNYA :