LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Properti
  Sinar Mas bangun BSD barat
Infrastructure
  Nusantara Infrastruktur kaji proyek tol baru
Land transportation
  JK akan bangun monorel di Jakarta, Makassar dan Bandung
Keuangan
  Pemprov siapkan Rp 24,6 M
Oil & gas
  Optimasi Perhitungan TKDN untuk Meningkatkan Daya Saing Saat Lelang
 
 

 

 
 
BREAKING NEWS
Tue, 14/02/2012
Indonesia borong kapal besar eks Eropa
Marine transportation

(Jawa Timur) Perusahaan Indonesia belakangan memborong kapal-kapal besar (ocean going vessel) dari perusahaan pelayaran Eropa,  yang menjual murah armadanya karena krisis ekonomi di Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS). Hal itu membuat RI kekurangan perwira pelaut hingga 16.000,  yang mampu membawa kapal ocean going.   

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Perhubungan Laut Indra Priyatna mengatakan,  meski bisnis pelayaran bisnis di Indonesia justru berkembang pesat.  Hal ini berkat asas cabotage yang diberlakukan sejak 2005,  yang mewajibkan muatan di dalam negeri diangkut oleh kapal berbendera RI,  yang wajib menggunakan pelaut Indonesia.   

"Ketika kapal Eropa di layoff atau dijual dengan harga murah,  para pengusaha Indonesia ramai-ramai membelinya. Itulah sebabnya terjadi kekurangan 16.000 perwira pelaut di Tanah Air," kata Indra.   

Sementara itu,  International Finance Corporation (IFC) belum lama ini memberikan pinjaman US$ 45 juta atau sekitar Rp 413 miliar kepada PT Wintermar Offshore Marine,  guna mendorong pembelian kapal.  Menurut Country Manager IFC Indonesia Sarvesh Suri,  anak usaha Bank Dunia itu mencairkan pinjaman kepada pelayaran Indonesia ini secara bertahap.    

Corporate Planning Director PT Wintermar Pek Swan Layanto menuturkan sebelumnya,  bunga pinjaman itu sebesar 6% dengan jangka waktu tujuh tahun. Pinjaman ini akan digunakan untuk menambah 5-6 kapal dari total proyek pengembangan armada Wintermar,  yakni 15 supply vessels dalam dua tahun ke depan.  Perseroan menargetkan membeli delapan kapal tahun 2012 dan sisanya tahun depan.  "Jenis kapal tersebut antara lain adalah fast utility vessel,  utility vessel,  dan platform supply vessels (PSV)," katanya.     

Presiden Direktur Wintermar Sugirman Layanto menargetkan,  belanja kapal tahun ini sebesar US$ 80 juta.  Nilai tersebut sudah termasuk pinjaman dari IFC senilai US$ 45 juta dan US$ 35 juta dari dana kas internal.  Penambahan armada baru milik sendiri bakal signifikan menaikkan profit margin.  Jika profit margin yang diperoleh dengan menyewa kapal asing hanya 3-4%,  dengan penggunaan kapal sendiri bisa mencapai 30-40%.   

Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.    
 


SEKTOR MARINE TRANSPORTATION LAINNYA :