|
Untuk melayani pelanggan Indonesia yang terus tumbuh, Caterpillar Inc di Batam. Clay Thompson, Global Director Government Affairs Caterpillar Inc mengemukakan, perusahaan ini menyiapkan dana investasi US$ 150 juta untuk pembangunan pabrik ini. Targetnya, pabrik ini akan beroperasi akhir tahun 2012 ini.
Thompson mengemukakan kabar tersebut setelah pertemuan antara pebisnis dari Amerika Serikat yang tergabung dalam United States ASEAN Business Council, dengan pejabat Kementerian Perindustian. "Kami memperbesar investasi karena pelanggan Caterpillar di Indonesia cukup banyak," kata Clay Thompson.
Caterpillar juga akan menambah kapasitas produksi pabrik alat beratnya di Cileungsi, Bogor, karena permintaan sudah melebihi kapasitas produksi pabrik Caterpillar di Bogor. Saat ini, kapasitas produksi pabrik tersebut sekitar 1.050 unit per tahun.
Perusahaan alat berat ini akan menambah kapasitas produksi menjadi 2.040 unit per tahun, dengan produksi utama ekskavator, terutama, ekskavator tipe kecil dan medium. Untuk ekspansi ini, Caterpillar menganggarkan US$ 40 juta-US$ 50 juta. Penambahan kapasitas produksi Caterpillar selesai akhir tahun ini. Ambisi Caterpillar memperbesar kapasitas produksi tidak berhenti di akhir tahun ini saja. Perusahaan ini merencanakan penambahan kapasitas tahap dua untuk memperbesar lagi produksi pabrik di Cileungsi menjadi 4.000 unit alat berat per tahun di tahun 2013.
Pasar alat berat di Indonesia memang sangat menjanjikan. Pada tahun 2011 misalnya, penjualan alat berat di Indonesia mencapai sekitar 18.200-19.500 unit, atau tumbuh sekitar 40%-50% dibandingkan tahun 2010 yang masih sebanyak 13.000 unit. Pertumbuhan tersebut terutama didorong sektor tambang.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |