|
Indonesia resmi memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat seri 737-800 Boeing Business Jet 2 (BBJ 2) yang dibeli langsung dari pabrik Boeing telah diserahterimakan pada 21 Januari 2012 di Amerika Serikat (AS).
Jika tidak ada aral melintang, pesawat itu akan mulai melayani tugas kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Agustus 2013. Sekretaris Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg) Lambock V Nahattands mengungkapkan, pemerintah telah melunasi pembayaran senilai USD 58,6 juta atau Rp 525,91 miliar kepada Boeing Company yang seluruhnya diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun dana sebesar itu baru untuk pembelian green aircraft atau pesawat kosong yang belum dilengkapi dengan interior dan sistem keamanan. Untuk pengerjaan interior kabin, pemerintah menganggarkan dana sebesar USD 27 juta, sedangkan untuk sistem keamanan sebesar USD 4,5 juta. Dengan demikian, total biaya yang dikeluarkan untuk membeli pesawat kepresidenan sebesar USD 91 juta.
Namun, biaya interior kabin dan sistem keamanan itu masih bisa berubah, tergantung pada pemenang lelang. "Saat ini dalam proses pelelangan yang pemenangnya diperkirakan akan ditentukan pada akhir Februari 2012. Pekerjaan interior kabin dan security system akan dimulai Mei 2012 dan diperkirakan selesai Agustus 2013," jelas Lambock.
Saat ini pesawat kepresidenan masih berada di AS untuk proses pemasangan enam tangki bahan bakar. Proses selanjutnya adalah penyelesaian interior kabin dan pemasangan sistem keamanan. "Semua itu dilakukan oleh completion center yang berpengalaman mengerjakan interior kabin dan security system pesawat VVIP.
"Saat ini sedang dalam proses pelelangan yang dilakukan secara internasional dan pemenangnya diperkirakan akan ditentukan pada akhir Februari 2012," ujarnya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |