|
Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional mengimbau pemerintah mempercepat proses lelang proyek tol nasional, terutama ruas tol yang masuk dalam book plan proyek public private partnership Bappenas.
Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah Swasta Bappenas Bastari Pandji Indra mengatakan beberapa ruas yang diharapkan segera tuntas, yakni ruas tol Trans Jawa. Selain itu, katanya, BPJT diharap segera memulai rencana pembangunan ruas Trans Kalimantan, dan beberapa ruas lain, seperti Medan-Kualanamu, Cisumdawu, dan Pasir Koja-Soreang.
Prioritas ditetapkan karena ruas-ruas itu merupakan lintas strategis yang masuk dalam rencana program masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI), selain itu juga sebagai salah satu pendukung dalam target pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami harap bisa secepatnya, karena jika tidak maka proses pembangunan tol nasional mengalami kelambanan, dan itu dikhawatirkan mengganggu rencana infrastruktur secara umum," ujar Bastari.
Bappenas, katanya, dalam upaya percepatan tersebut hanya bisa melakukan monitoring dan membantu percepatan hal-hal yang berkaitan dengan tupoksi lembaganya.
Misalnya, untuk pengaturan lahan dengan melakukaan koordinasi intensif dengan Badan Pertanahan Nasional dan juga mengusulkan pemberian dukungan yang dapat mempercepat proses pembangunan seperti dukungan dana pendampingan.
Sementara itu, Badan Pengatur Jalan Tol menargetkan delapan ruas tol sepanjang 365,27 kilometer tahun ini bakal dilelang tahun ini, menyusul rencana percepatan pembangunan infrastruktur tol nasional.
Kedelapan ruas itu yakni Medan-Kualanamu sepanjang 60 kilometer, Cisumdawu sepanjang 60 kilometer, Pasir Koja-Soreang 15 kilometer, Pandaan-Malang 38 kilometer, Pekanbaru-Dumai 127 kilometer, Menado-Bitung 31,8 kilometer, Medan-Binjai 16,80 kilometer dan Akses Tanjung Priok sepanjang 16,67 kilometer.
Kepala BPJT Achmad Gani Gazaly mengatakan untuk ruas Medan-Kualanamu proses lelang baru akan dilaksanakan paling cepat tahun depan, menyusul proses pengadaan tanahnya belum siap. Untuk progres tujuh lainnya pun belum dapat dipastikan lelangnya dapat dilaksanakan tahun ini atau tidak, karena lagi-lagi kendala lahan.
Pasalnya, berdasarkan data BPJT, dari delapan ruas itu, hanya ruas Medan-Kualanamu yang progresnya cukup baik, yakni sebesar 47,30% nya telah terbebaskan.
"Kami harapkan sih pembebasan lahan bisa dipercepat tahun ini, karena pelaksanaan lelang amat tergantung pada proses pembebasan lahan sesuai dengan Perpres No.56/2011. Jika belum 100% atau sulit direalisasikan maka sulit menawarkannya pada investor," ujar Gani.
Ke-8 ruas tersebut merupakan proyek pembangunan tol yang masuk dalam pola pembiayaan public private partnership yang masuk dalam book plan Bappenas periode 2010-2014.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |