|
Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan, ExxonMobil setuju untuk menaikkan produksi minyak mereka dari Blok Cepu menjadi sebesar 27 ribu barel per hari (bph).
"Teknisnya sudah diterima. Mereka sudah sanggup, malah bisa sampai 27 ribu bph dari permintaan kami 25 ribu bph," tutur Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini.
Saat ini, dia menjelaskan, Exxon tengah memulai tahap desain rinci (front end engineering design/FEED). Tahap selanjutnya Exxon akan melaksanakan lelang pengadaan dan memperkirakan kapan produksi minyak tambahan tersebut mulai mengalir. "Kapan waktu inilah yang belum ketemu," ujar dia. Dia berharap, tambahan produksi minyak dari Blok Cepu ini bisa diperoleh pertengahan tahun ini.
BP Migas telah meminta Mobil Cepu Limited yang merupakan anak usaha ExxonMobil sekaligus operator Blok Cepu untuk menaikkan produksi dari fasilitas produksi awal (early production facility) menjadi 25 ribu bph sejak tahun lalu. Berdasarkan kajian teknis BP Migas, secara teknis sumur tersebut bisa menghasilkan minyak hingga 37 ribu bph.
ExxonMobil melalui Mobil Cepu Limited memiliki bagian di Blok Cepu sebesar 45%. Sementara Pertamina menguasai 45% dan sisanya sebesar 10% dipegang oleh konsorsium BUMD. Di blok ini, Mobil Cepu Limited juga menjadi operator blok.
Mobil Cepu Limited memulai produksi Banyu Urip sejak akhir 2008. Fasilitas produksi awal (early production facility atau EPF) berkapasitas 20 ribu bph tersebut dimulai sejak 2009 lalu. Fasilitas ini diklaim Exxon telah membantu pencapaian target produksi pemerintah Indonesia melalui pengembangan sumber daya minyak dan gas bumi Blok Cepu yang aman dan dapat diandalkan. Namun, fasilitas tersebut terpisah dari rencana produksi puncak Blok Cepu sebesar 165.000 barel per hari mulai 2014.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |