|
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) gencar mencari dana untuk membiayai proyek Feronikel Halmahera Timur (FeNi Haltim), Maluku Utara. Produsen nikel pelat merah ini telah menunjuk empat bank, yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Standard Chartered Bank dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation, sebagai lead arrangers untuk membantu pendanaan proyek FeNi Haltim.
Keempat bank itu akan mencari pendanaan untuk proyek FeNi Haltim hingga US$ 650 juta. Dana tersebut bisa berupa fasilitas perbankan komersial atau fasilitas export credit agency. "Lead arranger juga akan memberi masukan dan mengkaji opsi pendanaan yang tersedia, termasuk memformulasikan rencana dan strategi pendanaan proyek yang optimal," kata Alwinsyah Lubis, Direktur Utama ANTAM.
ANTAM mengharapkan financial arrangers bisa membantu penyediaan dana hingga US$ 1 miliar. Dana tersebut akan dipakai untuk membiayai proyek FeNi Haltim yang menyedot investasi senilai total US$ 1,6 miliar. Pengelola ANTM pernah bilang kebutuhan dana tersebut akan diperoleh dari kombinasi obligasi dan pinjaman perbankan.
Proyek FeNi Haltim adalah salah satu proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku. Proyek ini termasuk salah satu proyek terbesar di wilayah Indonesia Timur.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |