|
PT Petrokimia Gresik mengembangkan sarana dan prasarana pelabuhan dengan menambah dermaga dan gudang dengan investasi Rp 515,69 miliar.
Ilham Setiabudi, Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik mengatakan penambahan dermaga dan gudang itu untuk menunjang kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
"Kami mempunyai komitmen untuk mendukung program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Menurut dia, tindak lanjut dari komitmen itu Petrokimia Gresik terus melakukan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan pupuk di dalam negeri semakin bertambah setiap tahun. Hal itu, katanya, sejalan dengan semakin meningkatnya kepercayaan pemerintah kepada PT Petrokimia Gresik untuk menyediakan pupuk subsidi.
Petrokimia mendapatkan penugasan produksi pupuk bersubsidi pada tahun ini sebanyak 5,47 juta, ton naik 1,60 juta ton dibandingkan dengan tahun lalu 3,87 juta ton.
Lokasi yang akan digunakan untuk proyek pengembangan pelabuhan adalah Dermaga Jetty II dengan panjang sekitar 194 meter dan lebar 36 meter ke arah utara atau ke arah Karang Jamuang.
Dengan perluasan itu, katanya, diharapkan dapat disandari kapal 35.000 DWT di sisi darat dan 60.000 DWT di sisi laut. Perluasan dermaga dilengkapi dengan penambahan satu unit alat bongkar bahan baku curah (continuous ship unloader) yang diharapkan dapat digunakan untuk kegiatan bongkar material bulk yang tidak korosif dari kapal.
Perusahaan mengharapkan pengembangan sarana itu dapat memperbaiki berth occupancy ratio (BOR) yang mencapai 88,43% pada 2010.
Proyek itu, menurutnya, dilengkapi dengan gudang curah dan conveyor system untuk mendukung operasional pengangkut bahan dan produk dari pelabuhan ke gudang dan dari gudang ke pelabuhan (ship out) sebagai pengganti truk agar lebih efisien dan efektif.
Proyek perluasan dermaga dilaksanakan oleh PT Hutama Karya selaku kontraktor yang melaksanakan pekerjaan engineering, procurement & construction (EPC), sedangkan pekerjaan basic design dan Pengadaan continuous ship unloader dilakukan oleh PT Petrokimia Gresik.
Waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan perluasan dermaga, lanjutnya, sekitar 510 hari atau 17 bulan dan diharapkan akan selesai pada pertengahan tahun depan.
Total biaya investasi pengembangan dermaga Rp 463 miliar yang berasal dari pinjaman Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan dana internal PT Petrokimia Gresik sendiri.
Nilai investasi untuk pembangunan gudang curah Rp 52,69 miliar menggunakan dana internal PT Petrokimia Gresik. Waktu yang dibutuhkan untuk membangun gudang yang dibangun oleh PT Aneka Jasa Grhadika selaku kontraktor pelaksana itu sekitar 390 hari, sehingga akan selesai pada Oktober 2012.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |