|
PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) semakin serius menggarap bisnis pertambangan di tahun ini. Perusahaan yang dahulu bergerak di sektor keuangan ini, berniat membangun pabrik pengolahan bijih nikel (smelter) di Morowali, Sulawesi Tengah.
Biaya pembangunan smelter berkapasitas 100.000 ton per tahun itu sekitar US$ 400 juta hingga US$ 500 juta. Sebagian kebutuhan investasi akan dipenuhi dengan hasil penerbitan saham baru. Dari hajatan tersebut, perseroan bisa memperoleh dana segar senilai Rp 983,73 miliar.
"Sekitar 50% dari dana itu untuk membiayai pembangunan smelter," ujar Kiki Hamidjadja, Direktur Utama DKFT. Untuk menambal kekurangan kebutuhan dana, DKFT akan menggandeng mitra strategis. Jadi, DKFT dan mitranya akan mengoperasikan pabrik bersama-sama.
Johnny N Wiraatmadja, Komisaris Utama DKFT menambahkan, sudah ada dua perusahaan baja asal China serta satu perusahaan baja asal Taiwan yang masuk ke dalam daftar nominasi mitra strategis DKFT. "Kami targetkan pada Juni 2012 mitra strategis sudah ditentukan," tutur dia.
Pembangunan pabrik smelter itu diprediksi selesai pada 2014. Porsi kepemilikan saham DKFT di perusahaan yang memiliki smelter tersebut adalah 30%.
Saat ini, DKFT telah mengoperasikan dua tambang nikel di Morowali dan Konawe Utara. Satu tambang lainnya di Morowali, yang dikelola anak usaha DKFT, yakni PT Itamatra Nusantara (IMN) di Morowali akan mulai beroperasi pada kuartal III-2012.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |