|
PT Semen Gresik Tbk mencari pendanaan eksternal senilai US$ 280 juta-US$ 540 juta dengan tenor 7-10 tahun untuk tambahan dua pabrik.
Direktur Keuangan Semen Gresik Ahyanizzaman mengatakan jumlah itu merupakan 40%-60% dari kebutuhan total investasi sebesar US$ 700 juta-US$ 900 juta.
Adapun pembangunan pabrik itu diharapkan dapat terlaksana pada akhir tahun ini.
Dia mengatakan pihaknya masih dalam tahap mengkaji sejumlah sumber pendanaan eksternal yakni penerbitan surat utang (obligasi), pinjaman perbankan, dan export credit agency (ECA).
Sementara itu, alternatif pendanaan akan diputuskan pada awal semester II/2012.
"Alternatif dana eksternal ada beberapa. Belum kami tentukan, mungkin awal-awal semester II tahun ini. Yang jelas kami ingin pendanaan yang tenornya 7-10 tahun," ujarnya.
Dia mengatakan jika melihat kondisi saat ini, alternatif yang paling memungkinkan adalah obligasi berdenominasi rupiah, melihat sebagian besar pendapatan perseroan diperoleh dalam mata uang rupiah.
Dia menyebutkan pabrik itu rencananya dibangun di Jawa dan Sumatra dengan kapasitas masing-masing sebesar 2,5 juta ton per tahun. Adapaun pembangunan pabrik itu, lanjutnya, diperkirakan butuh waktu sekitar 3 tahun.
Seperti diketahui, BUMN semen itu memperkirakan membutuhkan dana investasi untuk beberapa tahun sekitar US$ 400 juta-US$ 500 juta, dan untuk tahun ini dialokasikan sekitar Rp 5,5 triliun.
Dana tersebut, sambungnya, selain digunakan untuk investasi rutin digunakan untuk ekspansi lain, termasuk pembangunan pabrik.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |