|
Keputusan Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Ekonomi) Hatta Rajasa tanggal 2 Januari 2012, yang menunjuk PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo II) sebagai pelaksana proyek terminal petikemas Kalibaru Utara, Tanjung Priok, rupanya belum bergigi.
PT Pelindo II hingga kini belum menerima surat resmi untuk penunjukan tersebut. Padahal, agar pelabuhan tersebut bisa beroperasi tahun 2014. Seperti ditargetkan pemerintah, Pelindo II perlu segera menindaklanjuti keputusan tersebut. Surat resmi tersebut penting bagi Pelindo untuk melangkah lebih lanjut. "Belum ada surat resmi dan kami juga belum melakukan persiapan apapun," kata Sekretaris Perusahaan Pelindo II, Rima Novianti.
Pernyataan yang rada beda justru terlontar dari instansi yang berwenang, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Leon Muhammad, proyek Kalibaru ini bukan satu kesatuan, melainkan terpisah. Antara pembangunan terminal petikemas serta pembangunan jembatan dan pengerukan.
Kementrian Perhubungan (Kemhub) sendiri sudah mengajukan dana sebesar Rp 3 triliun untuk proyek jembatan dan pengerukan ini. "Sampai saat ini permintaan kami belum ada jawaban. Kalau dana sudah ada berlanjut ke tender," kata Leon.
Seandainya nantinya Kementerian Keuangan (Kemkeu) menyatakan dana tidak ada, maka tim asistensi yang terdiri dari Menteri Perhubungan, Menko Perekonomian dan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan kembali mencapai jalan keluar. "Bentuknya bisa berupa peraturan presiden yang menunjuk langsung BUMN tertentu," ujarnya.
Leon sendiri belum bisa memberi keterangan soal pernyataan Hatta Rajasa yang menunjuk Pelindo II untuk proyek Kalibaru. "Saya belum bisa memberi jawaban. Karena harus bersifat kolektif lembaga," ujarnya.
Yang jelas, hingga saat ini pihak Kemhub juga belum menerima surat dari Menko Perekonomian tentang penunjukan Pelindo II. Bisa jadi, itu pulalah yang menyebabkan Kemhub untuk tetap menederkan pekerjaan proyek besar tersebut.
Pelindo II sendiri merupakan salah satu dari lima konsorsium yang lolos tahap prakualifikasi proyek Kalibaru, selain konsorsium PT Pelabuhan Socah Madura dan PSA SE Asia, konsorsium PT Pelabuhan Indonesia I beserta Internasional Container Terminal Services, dan PT Sinar Rajawali Cemerlang, konsorsium PT Hutchison Port Indonesia beserta PT Brilliant Permata Negara, PT Salam Pacific Indonesia Lines dan Cosco Pacific Ltd, dan konsorsium 4848 Global System, Mitsui & Co Ltd, Evergreen yang menggandeng PT Nusnatara Infrastruktur.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |