LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Manufaktur
  Investasi industri semen Rp 57 Triliun
Air transportation
  Sriwijaya pastikan borong 20 unit pesawat Embraer
Manufaktur
  RAPP bangun pabrik methanol senilai US$ 2,3 Juta
Agriculture
  Pabrik pupuk minta izin ekspor dibuka
Infrastructure
  Tol Kayuagung–Lampung segera dibangun
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Wed, 11/01/2012
Ekspor batubara Sumsel meningkat 80,61%
Mining

(Sumatra Selatan) Nilai ekspor batubara Sumatera Selatan periode Januari-Oktober 2011 tercatat menghasilkan devisa US$ 107,670 juta atau meningkat 80,61% dibandingkan periode sama 2010.   


Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sumsel, Bismark, menjelaskan nilai ekspor batubara Sumsel mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode Januari-Oktober 2010 hanya menghasilkan devisa US$ 59,615 juta.    


Dijelaskannya,  peningkatan nilai ekspor batubara tersebut menjadikan komoditas batubara selama periode 2011 masih tetap menjadi penyumbang devisa peringkat kedua setelah karet.    


Menurut dia, dari tujuh jenis komoditas andalan ekspor Sumsel periode Januari-Oktober 2011 itu,  karet menyumbang devisa terbesar mencapai US$ 3,392 miliar dolar.    


Disusul peringkat kedua batubara tercatat US$ 107,670 juta,  berikutnya minyak sawit mentah (CPO) memberikan andil US$ 53,7637 juta.    


Sedangkan jenis komoditas lainnya hanya menyumbang devisa kurang dari US$ 15 juta yakni produk kayu US$ 13,261 juta,  kopi US$ 10,415 juta,  hasil laut berupa udang US$ 5,462 juta dan komoditas teh hanya menyumbang US$ 814.930, katanya.    


Sementara bila dilihat per komoditas,  nilai ekspor Sumsel periode Januari-Oktober 2011 dibandingkan periode bulan yang sama tahun 2010.   


Selain batu bara yang mengalami peningkatan signifikan adalah karet dari 1,927 miliar dolar menjadi 3,392 miliar dolar,  disusul produk kayu dari 11,681 juta dolar menjadi 13,261 juta dolar, dan produk CPO dari 40,033 juta dolar menjadi 53,737 juta dolar AS.   


Sedangkan komoditas yang nilai ekspornya pada periode Januari-Oktober 2011 mengalami penurunan adalah komoditas udang dari 10,704 juta dolar menjadi hanya 5,462 juta dolar.    


Khusus ekspor komoditas batu bara yang dihasilkan dari Tambang batu bara Bukit Asam (PTBA) di kawasan Tanjung Enim,  Kabupaten Muaraenim dan Lahat,  produksinya sekarang ini baru kisaran 10 juta hingga 12 juta ton per tahun.    


Data dihimpun di Pemerintah Provinsi Sumsel,  menyebutkan dari total 22,24 miliar ton cadangan batu bara dimiliki daerah tersebut,  sekarang ini baru mampu diproduksi melalui perusahaan PTBA rata-rata belum mencapai di atas 12 juta ton per tahun.   


Namun demikian, pihak pemerintah provinsi setempat terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi batu bara itu,  yakni dengan melengkapi fasilitas pendukung seperti membangun jalan kereta api dua jalur dari Mulut Tambang menuju pelabuhan laut Tanjung Api-Api.    


Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin,  sebelumnya menyatakan bahwa dengan pembangunan jalan kereta api dua jalur tersebut,  jumlah produksi batu bara pada puncaknya nanti dapat ditingkatkan hingga 100 juta ton per tahun.    


Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.    

 


SEKTOR MINING LAINNYA :