|
Pemerintah menegaskan tahun ini tidak ada penawaran proyek jalan tol baru, menyusul rencana mempercepat proses pembangunan ruas tol yang tengah berjalan dan telah ditawarkan sebelumnya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan tahun ini pemerintah memfokuskan pada proses pelaksanaan konstruksi dan pembebasan lahan 35 ruas tol yang telah ditenderkan, untuk mengejar target operasional pada 2014, terutama untuk ruas Trans Jawa.
Adapun ruas tol yang akan ditender merupakan kelanjutan dari sebelumnya yang berencana ditender, tetapi belum terealisasi.
Proyek tersebut adalah ruas tol Medan Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 60 km senilai Rp 5 triliun, Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,28 km senilai Rp 5 triliun, Pandaan-Malang sepanjang 37,62 km senilai Rp 2,2 triliun, dan Soreang-pasir Koja sepanjang 15 km senilai Rp 918 miliar.
Artinya, dari total 31 ruas tol yang dalam status persiapan tender sejak tahun lalu, baru 10 di antaranya yang akan ditawarkan hingga 2012. Sebelumnya enam ruas tol dalam kota sudah masuk dilelangkan tahun lalu.
Sebanyak 21 ruas lainnya baru akan ditawarkan setelah proses pembebasan lahannya diselesaikan. Ke 21 ruas itu a.l Palembang-Indrajaya, Medan-Binjai, Sukabumi-Ciranjang, Pekan Baru-Dumai, dan Manado-Bitung. Hingga saat ini, proses pembebasan lahan di 21 ruas itu pun masih banyak yang belum dilaksanakan.
"Yang pasti tahun ini kami kejar untuk pembebasan lahan untuk seluruh ruas yang sudah mulai berjalan pembebasan lahannya, dan juga untuk yang rencana akan ditawarkan. Setelah itu baru dilakukan penawaran baru. Mudah-mudahan bisa tahun depan," ujarnya.
Menurutnya, penawaran proyek itu karena pembebasan lahannya juga sudah mulai berjalan, dan diharapkan rampung akhir tahun ini. Selain itu, keempat ruas itu sudah mendapatkan kepastian dukungan dari pemerintah, berupa dukungan finansial.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com. |