|
PT Pertamina (Persero) menganggarkan investasi sebesar Rp 52,8 triliun pada 2012 yang mayoritasnya atau sekitar 80% akan dialokasikan untuk membiayai proyek hulu dan sisanya untuk proyek hilir.
VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan tahun depan perseroan banyak membiayai proyek-proyek infrastruktur energi yang merupakan bagian dari proyek MP3EI.
"Pendanaan investasi akan dipenuhi dari eksternal 80% dan internal 20%. Pendanaan eksternal bisa loan, obligasi, project financing, bisa macam-macam," ujarnya.
Proyek-proyek infrastruktur energi Pertamina pada 2012 diantaranya pembangunan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat yang ditargetkan beroperasi April 2012 dengan kapasitas 3 juta metrik ton per tahun atau setara 400 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Selanjutnya, proyek kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Cilacap yang akan menambah kapasitas kilang 61.000 barel per hari sehingga nantinya kapasitas kilang menjadi 411.000 barel per hari. Ground breaking proyek RFCC Cilacap senilai Rp 8 triliun ini rencananya dilakukan oleh Menteri ESDM Jero Wacik pada 28 Desember 2011.
Proyek besar lainnya yakni proyek pembangunan fasilitas produksi Blok Cepu yang saat ini mulai digarap bersama ExxonMobil dan diperkirakan mulai beroperasi pada 2014 dengan kapasitas produksi sebesar 165.000 barel minyak per hari.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|