|
Pemprov DKI Jakarta kebut penyerapan anggaran di akhir tahun. Hingga kemarin, telah mencapai 85 persen dari total anggaran sebesar Rp 30,9 triliun. Dengan kata lain, sebesar Rp 26,26 triliun terserap. Penyerapan itu terkait dengan pembangunan infrastruktur di Jakarta.
Gubernur Fauzi Bowo mengatakan, penyerapan anggaran dimungkinkan bisa lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2010, penyerapan mencapai 85,1 persen. Dengan kondisi saat ini, penyerapan tahun ini optimis bisa mencapai 90 persen. "Sekarang posisi kita sudah mendekati ke arah itu," ujar dia.
Peningkatan penyerapan yang cukup tajam dari November hingga Desember. Pada 11 November lalu, penyerapan baru mencapai 56 persen. Lalu melesat tajam pada 12 Desember. Kondisi ini tercapai lantaran ada lonjakan pembayaran paket pembangunan oleh kontraktor. Terjadi setiap tahun, para kontraktor melakukan penagihan kepada BPKD setelah pekerjaan selesai.
Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) DKI Jakarta Sarwo Handayani. "Para kontraktor cenderung melakukan penagihan pembayaran di akhir termin. Akibatnya, penyerapan anggaran selalu saja rendah pada semester pertama. Kemudian mengalami lonjakan tajam di akhir tahun," tuturnya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|