|
Kementerian Perhubungan belum bisa memastikan kelanjutan proyek pembangunan kereta api Pelabuhan Tanjung Priok senilai Rp 56,9 miliar karena terhambat masalah lahan.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan pelaksanaan proyek perkeretaapiaan itu sangat bergantung pada ketersediaan lahan.
Menurutnya, pengerjaan proyek tersebut tidak memerlukan waktu sampai setahun.
"Masalahnya proses pembebasan lahan sehingga kini belum selesai sehingga proyek tersebut belum bisa dimulai," katanya.
Dia menjelaskan proyek tersebut mendapatkan sorotan dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Pada pekan lalu, masalah KA Pelabuhan tersebut kembali dibahas oleh UKP4.
Kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok itu hanya 5 juta TEUs sehingga pada 2011 arus barang di pelabuhan itu telah melampaui 0,8 juta TEUs.
Tundjung menambahkan pelaksanaan proyek tersebut mampu membantu pemerintah dalam mengurangi potensi ancaman kongesti, terutama pada 2014 saat arus peti kemas sudah melampaui kapasitas pelabuhan.
Adapun pembangunan rel KA langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok masih terganjal masalah lahan.
Jalur KA ini akan dibangun dari Pasoso hingga ke dalam terminal peti kemas sejauh 2,3 km.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|