LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Marine transportation
  Krakatau Steel ekspansi pelabuhan Rp 1,1 Triliun
Air transportation
  Pesawat Sukhoi tiba di Jakarta
Infrastructure
  Wika jajaki proyek di Papua Nugini
Mining
  Bangun smelter di RI, perusahaan China gelontorkan Rp 5,4 Triliun
Air transportation
  Dirgantara Indonesia produksi 9 pesawat C295 US$ 325 Juta
 
 

 

 
 


BREAKING NEWS
Mon, 31/10/2011
Rekind targetkan pabrik di Bontang beroperasi Januari 2012
Manufaktur

(Kalimantan Timur) PT Rekayasa Industri (Rekind) menargetkan pabrik amonium nitrat prill berkapasitas 300.000 ton per tahun di Bontang,  Kalimantan Timur,  sudah mulai beroperasi pada Januari 2012,  sehingga dapat meningkatkan kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan baku peledak yang selama ini mayoritas dipasok dari pasar impor.            

Pabrik amonium nitrat prill (ANP) yang proses rancang bangun,  pengadaan dan konstruksinya dikerjakan oleh Rekind ini merupakan milik PT Kaltim Nitrat Indonesia (KNI).   Pabrik ANP yang diklaim memiliki kapasitas produksi terbesar di Asia ini tengah memasuki tahapan commisioning (uji coba).              

"Sekarang masuk tahap commissioning state,  tidak lagi hanya kontraktor tapi bersama dengan tim operasi.   Januari 2012 diharapkan sudah mulai operasi,  first drop di bulan itu," kata Direktur Operasional Rekind Alex Dharma Balen.            

Rekind sebelumnya menargetkan proses uji coba (commisioning) pada proyek ANP yang berlokasi di kawasan pabrik pupuk Kaltim ini dapat dilakukan pada Juli lalu.   Namun,  rencana commisioning tersebut mengalami pengunduran karena sejumlah hal,  seperti perubahan desain,  kendala pada sisi klien,  hingga standar kualitas dan keselamatan yang tinggi yang harus dipenuhi dalam proyek ini.   Dalam proyek ini,  tingkat kandungan pemanfaatan produk dalam negeri sekitar 35%-40%.              

"Ciri yang paling menonjol pada proyek ini adalah safety karena standarnya global.   Kalau secara nature project,  sama seperti proyek-proyek EPC lain yang kami bangun.   Dari sisi kualitas,  mereka (KNI yang merupakan afiliasi Orica) menginginkan yang lebih sempurna," ujar Alex.             

Dia menambahkan dengan beroperasinya pabrik ANP ini,  Orica akan menghentikan impor amonium nitrat yang selama ini dilakukannya untuk memenuhi pasar dalam negeri.   Selanjutnya kebutuhan tersebut akan dipenuhi dari produksi pabrik di Bontang.   Proyek pabrik ANP ini dikerjakan Rekind sejak April 2009.   Nilai kontrak yang dikantongi Rekind dalam proyek ini mencapai sebesar US$ 174 juta.   Adapun total investasi yang dibenamkan KNI pada proyek ANP yang berlokasi di Kaltim Industrial Estate,  Bontang,  Kalimantan Timur ini menembus US$ 450 juta.       

"Orica setiap tahun mengimpor sebanyak 300.000 ton amonium nitrat ke dalam negeri.   Selain dari Orica,  permintaan amonium nitrat dipenuhi dari pabrik di Cikampek yang kurang lebih produksinya 100.000 ton per tahun.   Orica akan menghentikan impor.   Kenaikan permintaan bahan baku peledak ini sekitar 10%-15% per tahun," papar Alex.                

Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.         
 


SEKTOR MANUFAKTUR LAINNYA :