|
PT PAL Indonesia (Persero) meraih kontrak pembangunan 15 unit kapal TNI Angkutan Laut senilai Rp 600 miliar. Kontrak tersebut terdiri dari proyek pembangunan tiga kapal cepat rudal siluman (KCRS) dengan panjang 60 meter dan sisanya adalah kapal berukuran lebih kecil.
"Tiga KCRS tersebut bernilai sekitar Rp 135 miliar. Kami harapkan pada Januari 2012, paling tidak satu kapal berukuran lebih kecil bisa diselesaikan," ungkap Presiden Direktur PAL Indonesia Harsusanto.
Dia mengatakan, kontrak tersebut akan membantu arus keuangan PAL terus berjalan, meskipun perusahaan itu masih dibebani oleh utang dan inefisiensi.
"Proyek alutsista (alat utama sistem pertahanan) sangat membantu sehingga operasional kami masih bisa terus berjalan, kami berharrap TNI AL memberikan kontrak baru karena biasanya pengadaannya untuk satu divisi," katanya.
Harsusanto menjelaskan PAL membutuhkan paling tidak menyelesaikan kontrak senilai Rp 2 triliun setiap bulan agar pendapatannya melebihi biaya overhead perusahaan.
Dia menjelaskan BUMN tersebut membutuhkan dana senilai Rp 680 miliar untuk menyelesaikan kontrak tujuh kapal besar yang tertunda karena perusahaan tidak memiliki modal operasi.
"Karena itu, kami mengajukan penyertaan modal negara dari APBN yang saat ini menunggu persetujuan DPR," katanya.
Dana tunai tersebut berasal dari Rp 3 triliun yang dibutuhkan PAL untuk program revitalisasi dan restrukturisasi perusahaan.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|