|
Pemerintah memperkirakan investasi pada Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Sumatera mencapai Rp 714 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari beberapa produksi besar. Yaitu, pembangunan perkebunan kelapa sawit di Kawasan Sei Mangke dengan nilai Rp 2,5 triliun, Perkebunan Kelapa Sawit di Kawasan Industri Dumai Rp 5,36 triliun, pertambangan batubara di Tanjung Api-api Rp 1,8 triliun, perkebunan kelapa sawit di Muara Enim Rp 0,29 triliun.
Kemudian, pertambangan batubara di Pendodo Rp 27,49 triliun. Jembatan Selat Sunda (JSS) di kawasan strategis nasional Selat Sunda Rp 150 triliun, dan Pabrik Besi dan Baja di Cilegon, Banten Rp 57,9 triliun.
"Kita tindaklanjuti 6 koridor ekonomi. Sekarang khusus koridor Sumatera yang dipimpin Menhut. Pembentukan sekretariat sudah disetujui. Nanti seluruh Sekda se-Sumatera akan membahas proyek dan program. Fokusnya di batubara, pertanian, perkebunan, perkayuan, migas, dan geothermal," ucap Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.
Menurut pria asal Kalianda, Lampung ini, investor untuk Koridor Sumatera terdiri dari BUMN, pemerintah, dan swasta. Investasi dari BUMN sebanyak Rp 103 triliun, pemerintah Rp 181 triliun, swasta Rp 174 triliun, dan campuran Rp 255 triliun.
Dilanjutkannya, dari berbagai investasi yang masuk, infrastruktur tertinggi mencapai Rp 414 triliun, JSS Rp 150 triliun, besi baja Rp 64 triliun, batubara Rp 32 triliun, kelapa sawit Rp 44 triliun, perkapalan Rp 7 triliun, dan karet Rp 3 triliun.
"Jumlah itu bisa bertambah lagi. Karena banyak investasi yang belum tercatat," katanya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|