LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Medical
  Indofarma bangun pabrik obat senilai Rp 100 Miliar
Agriculture
  Anak usaha penyelamat 3 pabrik gula
Manufaktur
  Dana restrukturisasi mesin tekstil naik jadi Rp 175 Miliar
Electricity
  PLN sewa PLTU 2x30 MW di Babel
Land transportation
  Trans-Jawa railway butuh dana Rp 30 T
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Thu, 08/09/2011
Akuisisi Pertamina atas Blok 31 tunggu persetujuan Angola
Oil & gas

Persetujuan dari pemerintah Angola menentukan nasib PT Pertamina (Persero) yang ngotot ingin melanjutkan proses akuisisi Blok 31 Angola,  Afrika senilai US$ 3,5 miliar.          

Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen mengatakan pihaknya tidak bisa memastikan kapan proses akuisisi bisa rampung.   Menurutnya,  menunggu persetujuan pemerintah sana lebih sulit dibandingkan persetujuan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia.         

"Kami masih tunggu proses dari pemerintah sana.   Seperti di Indonesia,  kalau ada yang mau beli saham di Indonesia juga harus ada government approval dulu.   Jadi sekarang kami masih menunggu,  karena belum tentu jadi juga (tanpa persetujuan itu)," ujarnya.       

Husen menegaskan langkah akuisisi ini sudah disetujui oleh seluruh pemegang saham serta komisaris Pertamina.   Dia berharap dalam bulan ini proses akuisisi bisa rampung.   Pertamina,  lanjutnya,  saat ini sudah mengelola ladang minyak di beberapa negara seperti di Libya,  Malaysia,  Vietnam serta Kazakhstan.     

Seperti dilansir Wall Street Journal dan Bloomberg sejak Mei 2011 lalu,  Pertamina diketahui sedang melobi ExxonMobil Corp untuk membeli 25% saham perusahaan itu dalam proyek eksplorasi ladang minyak bumi di Blok 31,  Angola,  Afrika.         

Pertamina sedang mengajukan penawaran pembelian saham ExxonMobil sebesar 25% itu hingga US$ 3,5 miliar.   Penawaran tersebut dikabarkan lebih tinggi dari 2 perusahaan migas multinasional lainnya yang juga mengajukan penawaran pembelian saham kepada ExxonMobil,  yakni China Petrochemical Corp atau dikenal sebagai Sinopec Group dan perusahaan asal India yakni Oil & National Gas Corp (ONGC).   Namun kedua perusahaan tersebut hanya mengajukan penawaran sebesar US$ 2 miliar.        

Saat ini BP Plc adalah operator sekaligus pemegang 26,7% saham atas ladang minyak bumi Blok 31,  Angola seluas 5.349 km2 tersebut.   Selanjutnya,  Exxon Esso 25%,  Statoil ASA 13,3%,  Marathon Oil Corporation 10%,  China Sonangol International Holding Ltd 5%,  dan Socieda-de National de Combustiveis de Angola (Sonangol, perusahaan milik Angola) 20%.          

Bloomberg melaporkan pada Juni lalu bahwa Oil & Natural Gas Corp telah kalah dalam penawaran itu.   Pertamina dikabarkan menggandeng CNOOC Ltd,  perusahaan eksplorasi energi lepas pantai terbesar asal China untuk bersama-sama membidik saham ExxonMobil tersebut.   Namun belum ada tanggapan dari Pertamina terkait hal ini.               

Blok 31 Angola merupakan penghasil minyak tertinggi di Benua Afrika.   Pada Juli 2011,  produksi minyak mentah di blok itu mencapai 1,6 juta barel per hari.   Jika Pertamina berhasil memenangi lelang itu,  Pertamina bakal mendapatkan tambahan 150,000 barel per hari dan menambah jumlah produksi minyak nasional yang saat ini terus anjlok.          

Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.         
 


SEKTOR OIL & GAS LAINNYA :