|
Pemerintah Australia akan meningkatkan pemberian dana hibah untuk pembangunan proyek limbah, sanitasi, dan air bersih di Indonesia. Jika pada periode 2010-2011 dana hibah hanya sebesar US$ 20 juta, pada 2012-2014 mencapai US$ 60 juta.
Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Budi Yuwono mengungkapkan, Pemerintah Australia melalui AusAID telah menuntaskan pemberian dana hibah 2010-2011 sebesar US$ 20 juta. Kementerian PU menggunakan seluruh dana itu untuk pembangunan instalasi air bersih di 24 kabupaten/kota di Indonesia. Untuk periode 2012-2014, AusAID kembali menyanggupi pemberian dana hibah US$ 60 juta.
"AusAID akan kembali memberikan dana hibah US$ 60 juta untuk 2012-2014. Pemberian kembali dana hibah dengan jumlah dua kali lipat dari periode sebelumnya karena Pemerintah Australia menilai program sebelumnya telah sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat miskin yang kurang air atau MBR (masyarakat berpenghasilan rendah)," kata dia.
Menurut Budi, penggunaan dana hibah 2012-2014 nantinya tidak hanya untuk pembangunan instalasi air bersih saja, tetapi juga pembangunan proyek limbah, sanitasi, dan jalan. Saat ini, Kementerian PU tengah membuat kajian tentang lokasi, yakni kabupaten/kota yang berhak memanfaatkan dana hibah tersebut. Dalam pemanfaatannya, misalnya, hanya pemerintah daerah (pemda) yang sepakat berinvestasi dalam perusahaan air minum daerah (PDAM) untuk memperluas layanan kepada MBR yang bisa memanfaatkannya.
Pada program dana hibah 2010-2011 difokuskan pada water and sanitation yang juga bagian dari tiga program utama bantuan Australia di luar transportasi, kebijakan, dan investasi. Program hibah air minum diberikan untuk peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Berkat bantuan ini masyarakat yang tinggal di daerah terpencil tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan air minum.
Selain Palembang, AusAID juga memberikan hibah ke Pemerintah Kota Banjarmasin sebesar Rp 9,5 miliar untuk subsidi pemasangan 3.500 SR yang telah selesai dilaksanakan. Atas prestasinya tersebut, Pemkot Banjarmasin mendapatkan tambahan Rp 4,5 miliar untuk 1.500 SR.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|