|
Anggaran di
Kementerian Pekerjaan Umum kembali mengalami kenaikan dalam RAPBN 2012,
dari sebesar Rp 57,6 triliun tahun ini menjadi Rp 61,2 triliun tahun
depan. Artinya ada kenaikan sekitar Rp 3,6 triliun dibandingkan
anggaran 2011.
Menteri Pekerjaan
Umum Djoko Kirmanto mengatakan dengan tingginya anggaran tersebut,
pihaknya akan makin selektif dalam menentukan proyek-proyek mana saja
yang layak dibiayai dari dana APBN.
Dia mengatakan
adapun syarat proyek yang akan dibiayai adalah proyek yang memenuhi
aturan pembiayaan dari Kementerian Keuangan, misalnya saja dari sisi
tingkat kebutuhan, kelayakan finansial dan kelayakan proyeknya sendiri.
"Jika sudah sesuai
dengan aturan sesuai Kementerian Keuangan, baru disetujui untuk
didanai. Karena kita tidak ingin membiayai proyek yang belum siap
bangun, yang berakibat pada terkendalanya proses ditengah jalan," ujar
Djoko.
Untuk percepatan
penyerapan anggaran sendiri, katanya, Kementerian PU dalam beberapa
tahun terakhir telah menerapkan sistem lelang diawal tahun anggaran
dimulai. Misalnya saja, untuk kegiatan pembangunan tahun anggaran
2012, lelangnya akan dilaksanakan per Oktober atau November 2011.
Tujuannya, agar
pada awal tahun anggaran berjalan, sudah dilaksanakan teken kontrak dan
pembangunan fisik sudah bisa dimulai. "Dengan langkah tersebut,
penyerapan anggaran kami selalu diantara 90 hingga 93% diakhir tahun
anggaran," tambahnya.
Sedangkan untuk
komposisi alokasi anggaran tahun depan, menurut Djoko mereka masih
memprioritaskan kegiatan untuk pembangunan jalan dan jembatan di tanah
air.
Bagi para
pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat
dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|