|
(Jawa Timur) Calon investor asal Taiwan mengurungkan rencananya mendirikan pabrik sepatu di Kab. Sidoarjo, Jawa Timur, karena terkendala minimnya tenaga penjahit.
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kab. Sidoarjo Aliyanto Wibowo mengatakan kurangnya pekerja trampil bidang penjahitan sepatu merupakan permasalahan serius yang dirasakan pabrik lama maupun yang akan didirikan.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat wilayah Kab. Sidoarjo tidak menarik sebagai lokasi pabrik sepatu, setelah puluhan tahun lalu sempat menjadi sentra industri sepatu skala besar dan kecil.
"Beberapa calon investor asal Taiwan telah datang guna merelokasi pabrik sepatu dari China ke Sidoarjo, tetapi rencana itu terkendala minimnya tenaga kerja bidang jahit," tuturnya.
Kebutuhan pekerja terampil bidang jahit mencapai 70% dalam industri sepatu, sehingga berperan penting. Sayangnya, jumlah angkatan kerja bidang persepatuan yang memiliki ketrampilan itu justru semakin turun.
Kab. Sidoarjo sendiri dinilai investor cocok sebagai lokasi pendirian pabrik karena cukup dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan PLN menjamin ketersediaan daya listrik.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|