|
Gubernur Kalimantan Tenggah Agustin Teras Narang menolak rencana pemerintah pusat membangun rel kereta api Kalteng-Kaltim sepanjang 185 km yang rencananya dibangun investor Rusia.
Dia menegaskan sudah saatnya Indonesia melaksanakan proyek yang berkelanjutan dengan memperhatikan kepentingan rakyat dan lingkungan hidup serta Sumber Daya Alam (SDA).
"Bukan hanya sekedar dieksploitasi tetapi harus juga sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat terutama yang berada di SDA (itu) berada dan juga harus ada proyek dari hulu ke hilir," ujarnya.
Teras Narang berkeras jalur kereta api pengangkut batubara yang menghubungkan Puruk Cahu dan Bangkuang tersebut akan meninggalkan bencana bagi rakyat Kalteng terutama di wilayah Daerah Aliran Sungai Barito.
Pasalnya, daerah yang rencananya akan dibangun jalur rel tunggal itu berada pada kawasan hutan lindung di pegunungan Pegunungan Muller-Schwanner, Kabupaten Murung Raya yang berfungsi sebagai daerah resapan air.
Bos Russian Railways, Vladimir Yakunin menyatakan proyek KA Trans Kalimantan tersebut akan dikerjakan dengan investasi senilai US$ 2,5 miliar.
Russian Railways adalah perusahaan kerja sama BUMN dan swasta Rusia yang mengoperasikan 85.200 km jalur kereta api yang menghubungkan 85 dari 89 wilayah di Rusia.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|