|
Setidaknya empat proyek ruas tol akan segera dilelang Kementrian Pekerjaan Umum pada tahun ini, menyusul kesiapan proyek tersebut. Empat ruas tol tersebut yakni enam ruas tol dalam kota, Srangan-Tanjung Benoa, Cisumdawu, dan Medan-Kualanamu.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan dari empat ruas itu, ruas yang akan segera ditawarkan yakni enam ruas tol dalam kota yang sudah siap diprakualifikasi. Selanjutnya, yakni akan dilanjutkan dengan ruas tol Cisumdawu, dan Medan-Kualanamu.
Sedangkan untuk ruas Srangan-Tanjung Benoa, katanya, sudah memasuki tahap lelang dimana konsorsium BUMN menjadi satu-satunya konsorsium yang masuk dalam lelang proyek tersebut.
Khusus untuk persiapan penawaran proyek enam ruas tol dalam kota, menurut Hermanto mereka tengah menghimbau Pemprov DKI untuk segera menyelesaikan peraturan daerah Rencana Tata ruang Wilayah (RTRW) DKI yang masih dalam pembahasan DPRD.
Selain itu, Pemprov juga diharap segera menyelesaikan analisis mengenai dampak lingkungan untuk persiapan pembangunan proyek tersebut. "DKI sendiri akan mendapat hak right to match atau memiliki hak prioritas untuk menggarap proyek karena bertindak sebagai inisiator. Namun lelang ini tetap terbuka bagi investor lain," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan prakualfikasi tender proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota akan segera dibuka paska Idul Fitri tahun ini. Saat ini, prosesnya tengah dalam penyusunan berkas. "Kami harapkan bulan depan prakualifikasi tender sudah bisa dibuka," ujar Gani.
Sistem penawaran yang akan dilakukan, menurutnya adalah lelang terbuka dengan melibatkan Pemprov DKI didalamnya, karena mereka yang mengusulkan pembangunan enam ruas tol itu untuk mengurai kemacetan di Jakarta.
Ketua Tim Proyek PT Jakarta Tollroad Development (JTD) anak usaha dari BUMD DKI Iskandar membenarkan saat ini mereka memang tengah mempersiapkan proses prakualifikasi tender. Meski demikian, katanya, proses lelang akan dilakukan langsung oleh BPJT.
Dia menjelaskan Pemprov DKI sendiri menargetkan keenam proyek enam ruas jalan tol sekitar Rp 40 triliun itu, ditargetkan rampung pada 2013. Rencananya, Pemprov DKI akan membentuk konsorsium melalui BUMD DKI yakni PT Jakarta Propertindo, PT Pembangunan Jaya, yang berada dibawah PT JTD.
Keenam ruas Jalan Tol dalam Kota Jakarta akan dibangun dan dibagi dalam empat tahap. Tahap pertama, dibangun dua ruas jalan tol yakni, Koridor Semanan-Sunter 17,88 kilometer senilai Rp 9,76 triliun dan Koridor Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 kilometer dengan nilai investasi Rp 7,37 triliun.
Tahap kedua, akan dibangun dua ruas jalan tol yaitu Koridor Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,65 kilometer dengan investasi Rp 6,95 triliun.
Kemudian tahap ketiga ruas jalan tol dalam kota Koridor Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,27 kilometer dengan nilai investasi Rp 4,25 triliun. Terakhir, tahap keempat dibangun ruas jalan tol dalam kota Koridor Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,56 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|