|
PT Jakarta International Container Terminal dan PT Pelabuhan Indonesia II didesak mengoptimalkan fasilitas lapangan dan dermaga terminal 2 Pelabuhan Tanjung Priok.
Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Sahat Simatupang mengatakan optimalisasi fasilitas terminal peti kemas itu bisa dilakukan dengan mengombinasikan kegiatan bongkar muat kapal peti kemas penumpang internasional dan antarpulau.
"Kombinasi kedua jenis pelayanan bongkar muat itu bisa dilakukan asalkan ada pagar pembatas yang jelas di dermaga terminal 2 tersebut," ujarnya.
Sampai dengan saat ini, Sahat mengatakan fasilitas terminal 2 tidak optimal karena selain kedalaman kolam hanya mencapai -8,5 low water spring (LWs), dan kebanyakan kapal peti kemas internasional saat ini sudah berukuran lebih besar.
"Sehingga fasilitas terminal itu hanya disinggahi kapal feeder (pengumpan) internasional seperti tujuan Singapura," ujarnya.
Sahat menyayangkan fasilitas lapangan dan dermaga di Terminal 2 JICT tidak dimanfaatkan.
Presiden Direktur PT JICT Helman Sembiring mengatakan pihaknya dengan Pelindo II sepakat untuk merealisasikan layanan kombinasi bongkar muat di terminal 2.
Helman menyatakan pemanfaatan aset negara di terminal 2 itu bisa menarik kegiatan kombinasi sandar kapal kontainer berkapasitas 800 TEUs-1000 TEUs untuk rute internasional (intra Asia) maupun atarpulau. "Karena fasilitas peralatan dan lapangan penumpukan di terminal 2 sangat mendukung melayani untuk kapal kontainer berukuran di bawah 1000 TEUs," paparnya.
Saat ini, Helman mengatakan tren ukuran kapal peti kemas internasional berkapasitas rata-rata 3000 TEUs lebih atau mother vessel.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|